Gaikindo sebut industri otomotif bakal pulih di 2021, ini syaratnya

Kamis, 17 Desember 2020 | 09:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pasar kendaraan bermotor tahun ini terhempas pandemi Covid-19. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi pulihnya industri otomotif nasional.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, pemulihan industri otomotif akan sangat tergantung dari sejumlah poin. Pertama adalah komoditas. Menurutnya, jika sektor tersebut baik, penjualan otomotif akan menanjak.

“Jika komoditas bagus, otomotif terangkat. Kelapa sawit naik, otomatis penjualan truk naik. Kemudian batu bara bagus, otomotif juga ikut terangkat naik. Jadi, komoditas sangat berperan,” ujar Nangoi beberapa waktu lalu.

Kedua adalah logistik. Dia menuturkan bahwa kalau logistik dan ekonomi membaik, otomotif juga akan bagus. Faktor ketiga adalah pembangunan infrastruktur yang juga sangat memengaruhi kinerja industri kendaraan bermotor, serta turisme.

Di sisi lain, dia juga berharap agar vaksin Covid-19 sudah bisa dijalankan mulai akhir tahun 2020. Dengan demikian, industri otomotif sudah bisa bergerak menuju pemulihan.

Sejauh ini, pasar otomotif telah menunjukkan pemulihan secara bertahap hingga November 2020, setelah terpuruk pada kuartal II/2020.

Gaikindo mencatat bahwa kinerja penjualan ritel otomotif pada November 2020 tumbuh 21,2 persen dibandingkan dengan Oktober, yakni dari 46.284 unit menjadi 56.106 unit.

Sementara itu, kinerja penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales naik tipis 9,8 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Gaikindo mencatat wholesales pada November menyentuh angka 53.844 unit, sedangkan Oktober 49.018 unit.

Kendati demikian, penjualan mobil pada November 2020 belum mendekati capaian tahun lalu. Gaikindo mencatat penjualan ritel sepanjang November terkoreksi 39,9 persen dan wholesales anjlok 41 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, total kumulatif penjualan ritel otomotif sepanjang Januari sampai dengan November 2020 masih tertekan di angka 509.788 unit atau turun 46 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun wholesales turun 49,8 persen secara yoy. kbc10

Bagikan artikel ini: