Wajib tes PCR, 133 ribu wisatawan batalkan liburan ke Bali

Kamis, 17 Desember 2020 | 09:45 WIB ET
 Hariyadi Sukamdani
Hariyadi Sukamdani

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebut, pihaknya mendapat komplain dari masyarakat yang akan berpergian ke Bali. Hal ini menyusul aturan yang mewajibkan masyarakat yang berpergian dengan menggunakan pesawat menuju Bali melakukan Swab Tes atau PCR Tes H-2 keberangkatan. Langkah ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus covid-19 di Tanah Air.

Hariyadi bilang, akibat wacana in banyak masyarakat yang akhirnya membatalkan rencana liburan ke Bali. Tercatat ada 133 ribu pax permintaan refund yang dilakukan masyarakat pasca pengumuman tersebut.

“Kami tidak menutup kondisi yang sangat dinamis. Dari kemarin disibukan komplain masyarakat mau ke Bali tiba-tiba terjadi ada permintaan PCR. Memang agak cukup mengkhwatirkan data yang kita olah sampai tadi malam, terjadi permintaan refund dari pembeli tiket sampai 133 ribu pax. Meningkat 10 kali lipat dibanding kondisi normal,” ujarnya dalam acara penandatanganan MoU Virtual, Rabu (16/12/2020).

Akibatnya, nilai transaksi yang hilang juga cukup fantastis yakni Rp317 miliar. Belum lagi dampak ekonomi ke Bali juga akhirnya terkena imbasnya akibat hal tersebut. “Sedangkan impact ke ekonomi Bali Rp997 miliar. Angka ini perlu perhatikan,” ucapnya

Menurut Hariyadi, batalnya 133 ribu tiket tersebut baru dari sisi pesawat udara saja. Sedangkan,berdasarkan data ASDP, setiap hari, lalu lintas orang yang menyebrang ke Bali tercatat berkisar hingga 28 ribu orang.

“Per hari per lalu lintas sampai 28 ribu. Itu juga menjadi pertanyaan kalau disuruh antigen bagaimana. Kami berharap regulasi pemerintah bisa diterapkan tapi perlu waktu sosialisasi,” jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: