Bikin bisnis cuan tanpa karyawan, 5 trik ini bisa dijalankan

Kamis, 17 Desember 2020 | 10:23 WIB ET

PADA 7 tahun lalu Michelle Schroeder-Gardner memulai blog pribadinya dengan nama Making Sense of Cents. Hingga akhirnya sukses memiliki bisnis sendiri.

Blog itu pun dibuat untuk berbagi pengalaman dalam melunasi utang pinjaman mahasiswa. Hal terakhir yang diharapkan Gardner adalah merubah blognya menjadi bisnis jutaan dolar.

Tapi ternyata pada tahun 2017, blog Garnder berhasil menghasilkan US$979.000 dan tahun berikutnya menghasilkan hingga US$1,5 juta, tanpa mempekerjakan satu pun seorang karyawan.

Saat ini, Gardner adalah satu dari sekian banyaknya gelombang wirausaha yang berhasil mengembangkan bisnis tunggalnya dengan pendapatan lebih dari satu juta dolar dalam setahun.

Di Amerika Serikat sendiri ada hampir sekitar 25 juta bisnis tunggal telah beroperasi. Lebih dari 36.000 di antaranya pun menghasilkan tujuh digit keuntungan atau lebih setiap tahunnya, demikian seperti dilansir dari Forbes, Rabu (16/12/2020).

Elaine Podefldt pun melakukan riset kepada entreprenuer-entrepreneur ini selama beberapa tahun, dan dia pun menemukan sejumlah tips strategi untuk membangun bisnis menguntungkan tanpa harus mempekerjakan karyawan, dalam bukunya yang berjudul "The Million-Dollar, One-Person Business"

Berikut ini strateginya:

1. Temukan Keunikan yang Disuka

Tom Corley, seorang akuntan publik, memiliki 10 klien yang menjalankan bisnis tunggal dengan pendapatan tujuh digit. Dirinya mengatakan bahwa bahwa 9 dari 10 kliennya membangun bisnis dari sesuatu yang bisa dibilang unik.

Berdasarkan dari riset Pofedlt, dia menemukan bahwa bisnis tunggal yang sukses biasanya masuk ke dalam enam yakni e-commerce, manufaktur, pembuatan konten informasional, servis profesional dan bisnis kreatif, perusahaan layanan pribadi yang menawarkan keahlian, serta real estate.

Bisnis blog Schroeder-Gardner yang menceritakan pengalaman membayar utang pelajar sebenarnya banyak juga dilakukan orang lain.

Tapi cerita dirinya yang unik membuat pembaca tertarik untuk terus membacanya, dan Schoreder-Gardner pun pada akhirnya berhasil membangun pengunjung loyal dan kesuksesan bisnisnya.

2. Outsorcing dan Otomatisasi

Hampir tidak mungkin bagi seorang solopreneur untuk mencapai semua yang diperlukan dalam mengembangkan bisnis secara sendiri. Hal itu pastinya sangat melelahkan.

Menurut Pofeldt, "Apa yang akan membantu Anda memecah tujuh digit penghasilan tersebut adalah dengan memperluas kapasitas melebihi apa yang dapat dilakukan satu orang."

Untungnya di jaman dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, otomatisasi bukanlah sebuah kendala lagi.

Situs-situs seperti Fiverr, Upwork, Guru, dan Microworkers memungkinkan para solopreneur meng-outsourcing bagian-bagian tugas tertentu. Faktanya beberapa wirausaha mempekerjakan asisten virtual atau membayar jasa dari para pekerja lepas.

3. Mengembangkan Penghasilan Pasif

Schroeder-Gardner pun berterima kasih kepada "pemasaran afiliasi" yang tidak hanya memberikan kebebasan finansial, tetapi juga kebebasan gaya hidup.

“Saya dapat menempatkan tautan ke produk yang saya sukai di blog saya, dan itu membantu saya menghasilkan uang, tanpa harus bekerja setiap jam dalam sehari,” jelasnya.

“Sebaliknya, saya dapat memperoleh penghasilan saat saya tidur, berlibur," tambah Schroeder-Gardner.

Menurut Schroeder-Gardner, pengusaha dapat mencapai hasil yang sama dengan menciptakan produk untuk dijual.

"Dengan menjual produk sendiri, selain menjual layanan satu kali dari bisnis anda, maka individu tersebut bisa mendapatkan uang dengan berulang kali menjual produk tersebut ke banyak orang dan tidakhanya ke satu orang saja," kata dia.

4. Cari Cara untuk Membiayai Bisnis

Berdasarkan hasil riset, sebanyak 62 persen pemilik bisnis usaha mikro di AS, memanfaatkan tabungan mereka untuk membiayai usaha masing-masing.

Meskipun melakukan bootstrap untuk memulai bisnis tanpa mengambil utang adalah hal yang ideal, tetapi sebenarnya banyak pilihan untuk mendanai hal tersebut. Dari tabungan, pinjaman, crowdfunding dan jalur kredit.

Bahkan transfer saldo kartu kredit 0 persen dapat membantu, walaupun Pofeldt memperingatkan untuk sangat bijak mempergunakan hal tersebut.

Dari pengalaman bertahun-tahun melakukan wawancara dengan para pengusaha yang menggunakan kartu kredit, saat bisnis gagal, maka utang itu akan jadi masalah pribadi nantinya.

5. Teruslah Berusaha

Corley mengatakan bahwa karakteristik tunggal yang dimiliki 10 klien yang berhasil menjalankan bisnis solopreneur, mereka mempunyai etos kerja yang kuat.

Dalam bukunya yang berjudul " Rich Habits, Poor Habits," Corley berpendapat bahwa "orang kaya bekerja lebih keras, bukan karena mereka memiliki etos kerja yang lebih baik.

Mereka bekerja lebih keras karena mereka suka, mencintai, atau sangat bersemangat tentang apa yang mereka lakukan untuk mencari nafkah.

Jadi begitu banyak orang bisa mempunyai sebuah visi ataupun ide. Tapi tidak banyak yang bisa merealisasikanide tersebut menjadi sebuah kesuksesan. kbc10

Bagikan artikel ini: