Penumpang kereta jarak jauh dari Jakarta belum wajib swab antigen

Jum'at, 18 Desember 2020 | 10:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan belum mewajibkan swab antigen kepada para penumpang khususnya kereta jarak jauh dengan keberangkatan di area Daop 1 Jakarta. Pihak manajemen masih menunggu keputusan pemerintah.

"Terkait Kebijakan Swab Antigen, KAI sampai dengan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah," kata Kepala Humas PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Meski belum memberlakukan swab antigen, Eva memastikan para penumpang tetap menjalankan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) 14 Tahun 2020 tentang pedoman dan petunjuk teknis pengendalian transportasi perkeretaapian dalam masa adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Meski belum mewajibkan swab antigen, Eva mengungkapkan, KAI tetap mewajibkan para penumpang kereta jarak jauh dengan keberangkatan dari area Jakarta menunjukkan surat bebas Covid-19 seperti tes PCR, rapid test antibodi yang masih berlaku 14 hari sejak diterbitkan.

Selain itu, para penumpang juga bisa menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit atau puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan atau rapid test antibodi.

"KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator dalam hal ini pemerintah. Kami turut mendukung segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," jelasnya.

Namun demikian, Eva memastikan pihak KAI siap menerapkan serta mensosialisasikan kebijakan baru ke depannya jika memang sudah ada keputusan dari pemerintah di sektor perkeretaapian seperti swab antigen.

"Jika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan mengikuti ketetapan dari pemerintah, maka PT KAI akan segera melakukan sosialisasi," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: