Gojek kempit 22 persen saham Bank Jago

Senin, 21 Desember 2020 | 12:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan ride-hailing Gojek resmi menguasai 22,16 persen saham PT Bank Jago Tbk. Dengan aksi ini, Gojek merogoh kocek sebesar Rp 2,25 triliun.

Kucuran dana ini digelontorkan Gojek melalui anak perusahaannya, Gopay. Menurut Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo, investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya.

"Jumlah saham yang dibeli sebanyak 1.956.600.000 lembar saham dengan harga pembelian Rp 1.150 per lembar saham dengan tanggal transaksi 18 Desember 2020," ujar Andre sebagaimana dikutip, Sabtu (19/12/2020).

Meski memiliki saham dalam persentase yang cukup besar, status pemegang saham masih dipegang oleh PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology (WTT), dengan total kepemilikan saham mencapai 51 persen.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang sekaligus upaya yang dilakukan Gojek dalam mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

Tujuan investasi ini adalah untuk menyediakan layanan perbankan digital baru sehingga pengguna Gojek dapat dengan lebih mudah mengelola keuangan mereka melalui aplikasi Gojek.

Sejak tahun 2017 lalu, Gojek dan Gopay sendiri memang telah aktif menjalin kerja sama dengan dengan berbagai lembaga keuangan. Adapun kerja sama tersebut dibentuk guna menyediakan layanan keuangan kepada ekosistem Gojek.

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar mengatakan bahwa kerjasama ini akan saling melengkapi karena Bank Jago memiliki pengalaman dalam memahami kebutuhan finansial masyarakat Indonesia.

"Sebagai bank berbasis teknologi yang dirancang khusus dengan sistem API terbuka, kami juga akan bekerja sama dengan pemain-pemain ekosistem digital lain untuk memperluas akses keuangan," ujar Kharim. kbc10

Bagikan artikel ini: