Optimistis sambut 2021, ini strategi PTI MAMI hadapi masa pandemi

Sabtu, 26 Desember 2020 | 16:06 WIB ET

SURABAYA - PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) mengaku sangat terimbas dengan pandemi covid 19 di tahun 2020 ini karena selama ini kontribusi perseroan terbesar pada operasional dan layanan hotel The Garden Palace. Menurut Djie Peterjanto Suharjono, Direktur MAMI, pendapatan perseroan hingga kuartal III tahun 2020 hanya mencapai Rp 63,4 miliar. 

"Atau rugi bersih sebesar Rp 1,43 miliar. Hal itu lebih rendah dari pencapaian kinerja tahun lalu di kuartal yang sama tahun 2019, sebesar Rp 116,4 miliar dan laba bersih Rp 6,56 miliar," kata Peterjanto, Rabu (23/12/2020) saat paparan publik di Hotel The Garden Palace, Surabaya. 

Capaian itu kontribusi terbesar pada pendapatan dari hotel yang turun hingga 50 persen. 

Karena itu, sejak masuk semester II, perseroan mendorong peningkatan pendapatan dari group usaha lainnya. 

Juga melakukan efisiensi dan standart pengoperasian new normal. "Sehingga tahun 2021 perseroan akan kembali memberikan kontribusi yang lebih baik bagi para pemegang saham," jelas Peterjanto. 

Saat ini hotel dan restauran bserta kafe sudah operasional kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Layanan antar juga diberikan restauran untuk konsumen loyal yang tidak harus datang ke restauran hotel.

"Selain itu kami juga melanjutkan proyek mixed used development di tahun 2021 yang ada di kawasan Embong Malang," jelas Peterjanto. 

Proyek ini akan dimulai di tahun 2021 dengan melakukan update proyek, pembiayaan dan penjualan. Selain itu juga mengoptimalkan pengembangan salah satu tanah milik perseroan yang ada di Cisarua Bogor menjadi eco tourism dengan nama Forest Garden. 

"Kami juga punya usaha budidaya udang vaname di Paiton, Probolinggo, Jatim. Kontribusinya juga cukup besar karena permintaan pasar tidak pernah turun," ungkap Peterjanto. 

Rencananya di tahun 2021, ada penambahan petak tambah dari 12 petak menjadi 20 petak. Dengan target pasar adalah ekspor maupun domestik. 

"Tapi kami akui permintaan domestik juga sempat turun karena banyak restauran yang tutup saat awal pandemi lalu," jelas Peterjanto. 

Dengan kondisi dan upaya tersebut, Peterjanto mentargetkan di semester II tahun 2021, perseroan baru akan mengalami peningkatan usaha yang minimal sama dengan tahun 2019. 

"Recovery butuh waktu dan itu mungkin bisa dilakukan pada awal tahun 2021," tandas Peterjanto.

Bagikan artikel ini: