Gandeng Oman, Yenny Wahid garap bisnis artificial intelligence

Selasa, 29 Desember 2020 | 12:28 WIB ET

JAKARTA - Tokoh perempuan Yenny Wahid melalui perusahaannya PT Awadah Prima Investa menandatangani perjanjian kerja sama dengan Emerging Technology Company Oman (ETCO) – sebuah perusahaan pengembang teknologi dari Kesultanan Oman. Dalam perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat mendirikan perusahaan patungan (joint venture) dengan nama Salam Tech Collaborative Venture atau Salam Tech.

Salam Tech nantinya akan fokus memberikan layanan dan pengembangan teknologi canggih melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), mesin linguistik serta teknologi virtual reality (VR), dan augmented reality (AR) untuk menembus pasar lokal, pasar Asia, dan pasar internasional.

Perjanjian kerja sama ditandatangani secara virtual pada 24 Desember dihadiri President Director PT Awadah Prima Investa Dhohir Farisi, yang didampingi Yenny Wahid, Chairman Salam Tech Habib Ali Hasan Al-Bahar, dan CEO ETCO Abdulaziz Jaafar.

Dalam proyek kolaborasi tersebut, kedua pihak setuju mencatatkan saham dengan besaran 51,1% untuk Awadah dan 48,9% untuk ETCO.

“Melalui penandatangan perjanjian hari ini, kami setuju membentuk aliansi strategis dengan mendirikan perusahaan patungan bernama Salam Tech. Di perusahaan ini, PT Awadah Prima Investa dan ETCO berbagi investasi dan ekuitas untuk menjalankan kemitraan bersama memasuki pasar baru dan mengembangkan bisnis secara nasional dan internasional,” demikian disampaikan Yenny Wahid dalam siaran pers, Selasa (28/12).

Dalam kerja sama ini, lanjut Yenny, ETCO telah menunjuk perusahaan dari negaranya Blockchain Solutions & Service untuk melakukan pengembangan, dan pemeliharaan aplikasi. Blockhain juga ditugaskan membuat sistem, dan penyedia keamanan untuk semua aktivitas yang berkaitan dengan Salam Tech.

Sedangkan PT Awadah Prima Investa, tambah Yenny, telah menunjuk WIR Group – perusahaan teknologi yang memiliki spesialisasi dalam teknologi AR, VR dan AI – untuk melakukan pengembangan kegiatan terkait proyek kerja sama ini, serta melakukan berbagai kegiatan komunikasi untuk menembus pasar Indonesia dan pasar Asia.

“Awadah selama ini telah bekerja sama dengan WIR Group dalam berbagai bidang proyek yang sedang berjalan. Dengan berbagai pertimbangan dan terkait pengembangan ke depan, kami memilih WIR Group sebagai pengembang AR/VR/AI dan implementator komunikasi untuk semua aktivitas yang berhubungan dengan Salam Tech,” kata Yenny, yang juga direktur Wahid Foundation.

Mengutip dokumen perjanjian prinsip kedua perusahaan, PT Awadah Prima Investa dan ETCO akan berkontribusi sebesar US$ 4 juta untuk usaha patungan Salam Tech. Masing-masing pihak menyumbang US$ 2 juta atau setara dengan Rp 30 miliar. Kontribusi Awadah sendiri diwujudkan dalam bentuk asuransi Covid-19 bagi anggota komunitas, sebagai bagian dari pengguna program akuisisi platform digital.

Sedangkan ETCO memberikan kontribusi dalam bentuk uang tunai yang akan digunakan untuk kampanye komunikasi. Dana sebesar US$ 2 juta tersebut akan dicairkan selama tiga tahun sesuai pemanfaatannya di mana pada tahun pertama akan dicairkan senilai US$ 1 juta. Sisanya masing-masing US$ 500 ribu akan dicairkan pada tahun kedua dan ketiga.

Yenny menambahkan, pada tahun pertama kerja sama, Awadah akan membuka akses dan mengintegrasikan aplikasi dari pihak ETCO ke jaringan potensial di Indonesia. Sementara itu, ETCO menyediakan Mushaf Muscat (aplikasi web dengan tipografi digital Arab) yang sudah bertema Indonesia, serta kalender Omani juga dengan tema Indonesia.

Selanjutnya, akan dikembangkan proyek terkait Mushaf Muscat Indonesia (termasuk program komunikasinya) untuk menembus pasar Asia. “Akan ada kerja sama dengan perusahaan Blockchain Oman, sebagai penyedia sistem dan pemelihara keamanan untuk pasar lokal dan regional,” tutur Yenny.

Bagikan artikel ini: