Simpanan masyarakat RI di bank melejit jadi Rp6.701 triliun

Rabu, 30 Desember 2020 | 14:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat di 110 bank umum per November 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,15% (MoM) menjadi Rp6.701 triliun dari Rp6.691 triliun pada bulan sebelumnya. Total nilai simpanan ini naik hingga 10,91% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY) yaitu sebesar Rp 6.042 triliun.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jumlah rekening simpanan pada November 2020 tumbuh 14,24% secara YoY menjadi 344.544.394 rekening dibandingkan bulan November tahun lalu. Kemudian apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Oktober 2020), jumlah rekening perbankan naik 4.337.427 atau 1,27% (MoM).

“Data bulan November 2020 menunjukkan terjadi peningkatan nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta sebesar 1,1% atau Rp10,49 triliun tetapi simpanan dengan tiering di atas Rp5 miliar mengalami penurunan sebesar 0,7% atau Rp22,96 triliun," kata Purbaya di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Dari sini dapat disimpulkan bahwa penyebaran dana simpanan perbankan telah merata pada beberapa segmen khususnya nasabah yang memiliki saldo simpanan di bawah Rp5 miliar.

"Di pertengahan tahun 2020, akibat pandemi, masyarakat terutama nasabah dengan simpanan jumbo menahan spending-nya, baik untuk konsumsi bagi nasabah perorangan maupun untuk investasi bagi nasabah korporat," bebernya

Menurut Purbaya, pemerataan pola pertumbuhan simpanan tersebut adalah pertanda pulihnya konsumsi dan investasi masyarakat menjelang akhir tahun ini dan awal tahun depan seiring dengan rencana pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi pada awal tahun 2021.

"Dilihat dari pergerakan kategori BUKU, data posisi simpanan secara historis sejak tahun 2013 menunjukkan pola yang konsisten menjelang akhir tahun di bulan November dan Desember. Di kedua bulan ini, biasanya terjadi pergeseran simpanan secara sementara dari bank-bank BUKU 1 dan 2 ke bank-bank BUKU 3 dan 4, sebelum nanti pada bulan Januari di tahun berikutnya simpanan tersebut akan kembali ke bank-bank BUKU 1 dan 2," ulasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: