Joss! LG bangun pabrik baterai listrik senilai Rp142 triliun di Indonesia

Rabu, 30 Desember 2020 | 18:13 WIB ET
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan nota kesepahaman dengan LG Energy Solution di Seoul pada 18 Desember 2020. Isinya tentang pembangunan industri sel baterai kendaraan listrik.

Nilai investasi kerja sama itu mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp 142 triliun.LG Energy Solution merupakan bagian dari LG Chem, anak perusahaan dari konglomerasi LG Group.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menuturkan kucuran dana LG bersama beberapa perusahaan, salah satunya Hyundai, ini akan membuat pabrik pertama di dunia karena produksinya dari hulu sampai hilir. "Mulai dari pertambangan, smelter [peleburan], refining [pemurnian], industri prekursor, hingga katoda akan dibangun di Indonesia," ujar Bahliln melalui konferensi pers secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Bahlil mengklaim investasi yang masuk dari perusahaan asal Korea Selatan ini sangat besar, senilai total US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.Karena dalam catatan BKPM pascareformasi, investasi sebesar ini belum pernah ada.

"Ini luar biasa karena tengah pandemi Covid-19 kita punya peluang seperti ini. Ini momen bagi Indonesia untuk membangun optimisme dan kebangkitan," jelasnya.

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi tambah Bahlil, merupakan langkah mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

"Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik. Di mana baterai memegang peranan kunci bisa mencapai 40 persen dari total biaya untuk membuat sebuah kendaraan listrik," ujarnya.

Sebelum kerja sama disahkan, ia menuturkan pemerintah telah melakukan negosiasi yang cukup alot dan panjang kurang lebih setahun lamanya sejak 2019 lalu.

Selanjutnya, konsorsium LG LG Energy Solution akan bekerja sama dengan konsorsium BUMN.Konsorsium tersebut mencakup MIND ID, yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk, bersama dengan PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

"LG adalah salah satu pemain terbesar di dunia, mereka punya pasar dan teknologi, sedangkan Indonesia punya cadangan bahan baku yang luar biasa. Kalau ini dipadukan saya yakin investasi ini menjadi pemain terbesar di dunia," tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, ia mengklaim telah dicapai sejumlah kesepakatan menyangkut kerja sama dengan pengusaha nasional, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan tenaga kerja.

Tujuannya, agar investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga pemerataan ekonomi. "Dalam proses negosiasi yang kami lakukan, kami tekankan dalam MoU harus ikutkan pengusaha nasional di daerah dan UMKM. Jadi bukan hanya konteks kerja sama LG Group dan BUMN, tapi juga dengan swasta nasional, pengusaha nasional, dan UMKM," jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan, jika nantinya kerja sama tersebut akan memaksimalkan peran tenaga kerja Indonesia. Kecuali, pada level manajerial dan teknisi yang memang belum ada di Indonesia.kbc11

Bagikan artikel ini: