Jaga pasokan listrik tahun baru, PLN siagakan 40 ribu personel

Kamis, 31 Desember 2020 | 09:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) menyiagakan sekitar 40 ribu personel, termasuk Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) untuk menjaga pasokan listrik selama tahun baru. Personel tersebut tersebar ke 2.327 posko siaga 24 jam di seluruh Indonesia.

"Sejak malam perayaan Natal lalu kami telah siaga. Kami komitmen terus menjaga pasokan listrik, khususnya untuk perayaan tahun baru 2021," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dikutip dari keterangan resmi, Rabu (30/12/2020).

PLN menetapkan masa siaga Nataru kali ini mulai 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. PLN menyiagakan kendaraan sebanyak 4.848 unit serta menyiapkan 2.660 unit genset, Unit Gardu Bergerak (UGB) dan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai cadangan suplai pasokan listrik saat terjadi gangguan.

"UGB dan UPS kami prioritaskan untuk tempat-tempat fasilitas umum," tambahnya.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memprediksi permintaan listrik pada perayaan tahun baru kali diproyeksikan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini disebabkan dampak pembatasan kegiatan perekonomian akibat pandemi.

Namun, dia menegaskan jika keberadaan pembangkit listrik harus tetap siaga menjaga stabilitas pasokan listrik.

"Melalui PLN, pemerintah selalu siaga dalam menjaga pasokan serta melakukan inspeksi instalasi di rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya di tengah kesulitan dan keterbatasan akibat pandemi," jelasnya.

Agar proses pelayanan optimal, ia mengimbau kepada PLN untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Akhir-akhir ini tingkat penyebaran makin meningkat, saya meminta agar semua pekerja benar-benar memperhatikan protokol kesehatan. Jangan lelah dan lengah dengan tata cara yang diterapkan," ungkap Arifin.

Saat ini, sistem kelistrikan Jawa, Madura & Bali memiliki daya mampu mencapai 37 ribu Megawatt (MW). Prediksi beban puncak malam pergantian tahun prediksi sebesar 19 ribu MW sehingga tersedia cadangan sebesar 18 ribu MW.

Untuk sistem Sumatera memiliki daya mampu mencapai 7.134 MW dengan prediksi beban puncak sebesar 5.652 MW.

Untuk kelistrikan Kalimantan, sistem interkoneksi (mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara) memiliki daya mampu mencapai 2.084 MW dengan prediksi beban puncak sebesar 1.149 MW.

Sedangkan sistem khatulistiwa, yakni Kalimantan Barat memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban puncak sebesar 315 MW.

Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki daya mampu mencapai 1.945 MW dengan beban puncak sebesar 1.254 MW dan Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban puncak sebesar 394 MW.

Lalu, kelistrikan Maluku dan Maluku Utara memiliki daya mampu mencapai 364 MW dengan beban puncak sebesar 199 MW.

Sementara itu, kelistrikan Papua dan Papua Barat memiliki daya mampu mencapai 479 MW dengan beban puncak sebesar 235 MW, NTB memiliki daya mampu mencapai 560 MW dengan beban puncak sebesar 344 MW, dan NTT memiliki daya mampu mencapai 325 MW dengan beban puncak sebesar 213 MW. kbc10

Bagikan artikel ini: