Memasuki 2021, Kadin Jatim tegaskan pentingnya bersinergi ciptakan SDM unggul

Minggu, 3 Januari 2021 | 14:12 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Awal tahun 2021 menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Indonesia, termasuk dunia industri di Jawa Timur. Mereka optimistis bisa bangkit dan bergerak bersama guna peningkatan kinerja ekonomi Jatim. 

"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita mampu menciptakan Sumber Daya Manusia unggul dan berdaya saing. Karena SDM unggul adalah kunci keberhasilan dalam membangun Indonesia, termasuk di sektor ekonomi," ujar Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto di Surabaya, Minggu (3/1/2021).

Menurut Adik, salah satu hal yang menjadi keniscayaan agar Indonesia mampu mencapai hal tersebut  adalah dengan bersinergi. Sinergi antara dunia Industri, dunia pendidikan dan  pemerintah harus terbangun dengan baik. Dan sepanjang tahun 2020, Kadin Jatim telah menjalin hubungan baik serta melakukan penandatanganan kerjasama dengan banyak lembaga. 

"Kami sudah melakukan penandatanganan  sedikitnya dengan 12 lembaga. Terakhir kemarin, disaat akan tutup tahun, kami telah menandatangani MoU dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan Universitas 17  Agustus 1945 atau Untag Surabaya. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membangun SDM Indonesia unggul dan berdaya saing, sesuai dengan arahan bapak presiden Joko Widodo," terangnya. 

Ke-12 lembaga tersebut adalah Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Negeri Malang (UNM), Politeknik Negeri Malang (Polinema), ST Telkom Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, CEO Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jatim, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. 

Selain itu, juga ada beberapa Perguruan Tinggi lain yang telah mengutarakan minatnya untuk bekerjasama dengan Kadin Jatim guna peningkatan kualitas SDM, diantaranya Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Islam Malang (UNISMA) dan Universitas Islam Kediri (Uniska).

Kerjasama tersebut diantaranya adalah untuk melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi teknis dosen dan guru, peningkatan program pemagangan baik di Perguruan Tinggi (PT) ataupun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Jatim serta peningkatan kualitas SDM dari kaum disabilitas. 

Untuk program pelatihan dan sertifikasi teknis dosen, Adik menargetkan ada sekitar 20 ribu dosen di Jatim yang bisa tersertifikasi sepanjang tahun 2021. Sementara untuk guru SMK, ia menargetkan seluruhnya bisa tersertifikasi di tahun ini. 

"Kerjasama sudah kita lakukan dengan banyak pihak guna menjembatani kepentingan  dunia industri dengan dunia pendidikan. Agar link and super match bisa terbangun demi terciptanya SDM unggul dan berdaya saing. Dan di tahun ini, saatnya kita genjot pelaksanaannya," tambah Adik.

Pandemi, ujarnya, tidak menjadi halangan karena kegiatan pelatihan bisa dilakukan dengan pelbagai cara, mulai dari offline dengan catatan harus dilakukan sesuai protokol kesehatan ketat hingga kegiatan yang digelar secara daring atau online.

"Pandemi kita jadikan momen untuk berbenah, untuk meningkatkan kualitas SDM agar ketika pendemi telah usai, kita bisa pacu lebih cepat. Kita tidak boleh terhenti tanpa upaya apapun di masa pandemi, kita harus tetap dan terus bergerak demi kemajuan bangsa tercinta," tambahnya. 

Pada kesempatan yang berbeda, Rektor Untag Surabaya, Mulyanto Nugroho mengatakan bahwa kesempatan yang diberikan Kadin Jatim kepada Untag Surabaya untuk bisa bekerjasama adalah angin segar bagi dunia pendidikan. Kadin sebagai lembaga yang menaungi industri tentunya bisa menjembatani antara dunia pendidikan dengan dunia industri sehingga terjadi keselarasan. 

Terlebih dengan diluncurkannya program "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" atau MBKM oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai pelbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

"Dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka maka mau tidak mau Perguruan Tinggi harus melakukan program pemagangan. Oleh karena itu kami berbangga dan sekaligus senang telah diberi kesempatan untuk keberjasama dengan Kadin Jatim," ungkap Mulyanto.

Dukungan terhadap kaum disabilitas

Pemberdayaan dan peningkatan SDM tidak hanya dilakukan kepada siswa normal saja,  Kadin Jatim bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim juga memberikan dukungan kepada siswa penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan dengan melihat serapan pekerja dari kelompok penyandang disabilitas di perusahaan masih rendah. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah diamanatkan bahwa tiap 100 pekerja, perusahaan wajib mengambil satu persen dari kelompok penyandang disabilitas.

Adik menegaskan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kurang terakomodirnya penyandang disabilitas di industri dan dunia kerja (Iduka), diantaranya adalah ketidaksingkronan antara keterampilan atau keahlian yang mereka miliki dengan yang dibutuhkan Iduka. Hal ini masih sulit dipenuhi karrna penyandang disabilitas butuh dilatih dulu sebelum diterjunkan ke dunia kerja.

Selain itu, juga belum adanya rekrutmen tenaga kerja penyandang disabilitas oleh perusahaan, terlebih dimasa sulit seperti saat ini. Dalam kondisi iklim usaha yang masih lesu, pengusaha berpikir ulang untuk merekrut pegawai baru, apalagi dari penyandang disabilitas. 

"Nantinya, siswa penyandang disabilitas ini kita didik untuk program pemagangan, kita taruh di berbagai perusahaan BUMD dan BUMN dan beberapa industri yang telah memiliki komitmen untuk melaksanakan apa yang diamanatkan Undang-Undang. Selain itu, mereka juga akan kami bekali dengan skill wirausaha. Kita bimbing mereka agar bisa hidup mandiri dan berdikari," pungkas Adik.kbc6

Bagikan artikel ini: