Menteri PUPR: Jembatan Bojonegoro-Blora dorong konektivitas pengembangan wilayah

Senin, 4 Januari 2021 | 16:57 WIB ET
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap kehadiran Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) di perbatasan Provinsi Jawa Timur dapat meningkatkan konektivitas dan pengembangan wilayah. Ujung-ujungnya, perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar bisa terangkat.

"Hanya dengan konektivitas, kami percaya kawasan ini bisa menjadi kawasan yang tidak terisolir, dan bisa maju dengan sendirinya, terlebih dengan adanya kepala daerah yang aktif," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (4/1/2020).

Basuki mengaku sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora dalam membangun jembatan tersebut. "Saya kira inisiatif pemerintah daerah seperti ini merupakan hal yang sangat bagus sekali dan kami akan mendukung," katanya.

Basuki menjelaskan, pembangunan Jembatan TBB memakan waktu 6 bulan sejak Juni 2020. Adapun nilai kontrak jembatan penghubung Desa Luwihaji di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora ini Rp 92 miliar.

Dia juga memastikan Jembatan TBB telah melalui uji beban statik dan dinamik oleh pemerintah daerah yang selanjutnya dilakukan uji loading dan tes sesuai prosedur Kementerian PUPR.Jembatan TBB memiliki bentang utama sepanjang 220 meter dan lebar lajur 7 meter dengan masing-masing sisi dilengkapi trotoar selebar 1 meter.

Jembatan ini terdiri dari 5 bentang menggunakan rangka baja tipe A. Dari sisi produksi, keseluruhan proses produksi menggunakan produk dalam negeri, mulai dari struktur baja hingga tenaga kerja.kbc11

Bagikan artikel ini: