Varian baru Covid-19 merebak, Inggris akan lockdown lagi hingga Februari

Selasa, 5 Januari 2021 | 10:57 WIB ET
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (istimewa)
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (istimewa)

LONDON - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan, hampir 56 juta orang warga Inggris akan kembali menjalani masa lockdown untuk menekan angka penyebaran Covid-19, termasuk strain baru virus corona yang baru-baru ini merebak di Inggris.

Dilansir dari AFP, lockdown yang mungkin akan diberlakukan hingga Februari 2021 itu akan mulai efektif berlaku pada Rabu (6/1). Lockdown yang mencakup penutupan sekolah dasar hingga menengah, juga dilakukan Inggris usai sebelumnya Skotlandia mengumumkan tindakan serupa akan mulai berlaku mulai tengah malam (00.00 GMT) pada hari Selasa.

Johnson mengatakan, pada Senin (4/1), hampir 27.000 orang yang dinyatakan terinfeksi COVID berada di rumah sakit. Jumlah itu, 40 persen lebih banyak daripada jumlah pasien pada puncak gelombang pertama wabah di bulan April tahun lalu. Bahkan, Selasa lalu, lebih dari 80.000 orang dinyatakan positif hanya dalam kurun waktu 24 jam.

"Dengan sebagian besar negara sudah berada di bawah tindakan ekstrem, jelas bahwa kita perlu berbuat lebih banyak, bersama-sama, untuk mengendalikan varian baru ini sementara vaksin tengah kita upayakan," papar Johnson.

"Di Inggris, oleh karena itu kami harus melakukan penguncian nasional," sambungnya.

Terkait lockdown kali ini, kata Johnson, seluruhnya akan berjalan serupa dengan kebijakan dilakukan selama penguncian tiga bulan pertama dari akhir Maret hingga Juni tahun lalu.

Penguncian ini termasuk mulai dari penutupan sekolah, bekerja dari rumah jika memungkinkan, batasan meninggalkan rumah kecuali untuk olahraga, belanja untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk persediaan medis. kbc9

Bagikan artikel ini: