Pengelola pusat perbelanjaan gigit jari di momen libur Nataru

Selasa, 5 Januari 2021 | 12:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan salah satu momen ditunggu kalangan pengelola pusat perbelanjaan alias mal. Sebab, biasanya jumlah pengunjung pada momen tersebut mengalami lonjakan.

"Tapi sayang, hal tersebut tidak terjadi dikarenakan pemerintah telah memberlakukan berbagai pembatsan untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19. Pada saat periode Natal dan menjelang akhir tahun yang lalu tidak terjadi lonjakan tingkat kunjungan. Tingkat kunjungan kurang lebih sama seperti pada saat akhir pekan atau weekend biasanya saja," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja seperti dikutip, Senin (4/1/2021).

Dijelaskannya, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sepanjang tahun 2020 hanya sekitar 40% akibat pandemi.

Alphon menambahkan, berdasarkan catatannya mall atau pusat perbelanjaan kelas menengah ke bawah mendapatkan kunjungan lebih tinggi dibandingkan dengan mall atau pusat perbelanjaan kelas menengah atas.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena masyarakat kelas atas memiliki kesadaran atau awareness lebih tinggi terhadap virus dibandingkan dengan sebaliknya.

"Masyarakat kelas menengah atas memiliki "awareness" yang lebih tinggi terhadap wabah Covid-19 sehingga pada akhirnya membuat mereka lebih berhati-hati," ujarnya.

Tak hanya itu, hingga saat ini tidak sedikit penyewa (tenant) yang membatalkan atau menunda membuka usaha baru. Mereka dinilai masih melihat kondisi perekonomian ke depan.

"Tingkat okupansi Pusat Perbelanjaan tahun 2020 yang lalu diperkirakan rata - rata nasional adalah 70% - 80%. Persentase tersebut turun kurang lebih 10% - 20% dari sebelumnya, tahun 2019, yakni sekitar 80% - 90%," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: