Siap-siap! Harga emas berpeluang comeback ke Rp1 juta per gram, ini pemicunya

Kamis, 7 Januari 2021 | 15:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga emas diprediksi akan terus mengalami penguatan di kuartal I-2021. Besaran kenaikan harga logam mulia sendiri diyakini mencapai Rp 994.276 per gram atau US$2.045 per troy ounce (toz).

"Kemungkinan harga emas di kuartal-I ini terus naik. Nilainya di atas USD 2.000 per toz hingga USD 2.045 per troy ounce atau Rp994.276 lah," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutip, Rabu (6/7/2021).

Ibrahim mengatakan, kenaikan harga emas di kuartal awal tahun ini dipicu akan dilantiknya Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden yang menggantikan Donald Trump. Mengingat fokus Biden ialah melakukan perbaikan ekonomi Amerika yang terdampak parah pandemi Covid-19.

"Sehingga stimulus besar-besaran diharapkan masih akan berlanjut. Dan di tengah situasi mencari kepastian ini orang akan masih memilih investasi emas," terangnya.

Kendati demikian, keperkasaan harga emas diyakini hanya bersifat sementara. Menyusul telah terdistribusinya vaksin Covid-19 di sejumlah negara.

Alhasil, harga emas di kuartal berikutnya diperkirakan akan mencapai titik terendahnya di angka US$1.740 per troy ounce. Namun secara keseluruhan, dengan adanya fluktuasi harga emas, di akhir tahun akan berada di level US$1.600-an per troy ounce, sehingga emas akan kesulitan untuk kembali menembus level Rp1 juta.

"Angka ini sangat wajar karena 1.600 ini muncul dari fluktuasi harga emas di awal tahun dan mulai kembali turun setelah kuartal I-2021 terdistribusinya vaksin di sejumlah negara. Jadi, peluang untuk ke angka Rp1 juta untuk emas agak sulit," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: