Tersengat Covid-19, investasi sektor energi anjlok US$8,6 miliar

Kamis, 7 Januari 2021 | 19:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Realisasi investasi di bidang energi pada 2020 kemarin anjlok. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mnieral (ESDM) mencatat, realisasi investasi pada 2020 hanya sebesar US$24,4 miliar.

Nilai investasi ini turun US$ 8,6 miliar jika dibandingkan pada 2019 yakni US$32,2 miliar. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan penurunan realisasi investasi tahun lalu sangat dipengaruhi pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020.

"Didominasi migas. Hilir ini investasi-investasi terkait dengan kilang. Jadi ada penurunan dibanding 2019 US$ 33 miliar. 2020 dengan kondisi yang ada US$24,4 miliar karena kendala-kendala yang kita hadapi pada 2020," kata Arifin di sela keterangan pers secara virtual di Jakarta,Kamis (7/1/2021).

Adapun rincian realisasi investasi tahun lalu untuk migas sebesar US$12,1 miliar, listrik US$7 miliar, subsektor minerba US$3,9 miliar dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar US$1,4 miliar.

Pada 2021, pemerintah langsung mematok target tinggi untuk investasi sektor energi, bahkan melebihi angka realisasi 2019. Tahun ini investasi ditargetkan bisa mencapai US$36,4 miliar dengan rincian untuk migas sebesar US$17,6 miliar, listrik US$9,9 miliar, sektor minerba US$6 miliar serta EBTKE naik menjadi US$2,9 miliar. Untuk tahun ini investasi sangat dipengaruhi keberhasilan implementasi program vaksinasi Covid-19.

"Kami mengharapkan kendala pandemi pada 2021 bisa lebih terkendali, jadi bagaimana program vaksinasi untuk masyarakat sudah diprogramkan.Vaksin-vaksin sudah berdatangan. Melihat jumlahnya yang masih harus berangsur dipenuhi," kata Arifin.

Selain itu, investasi tahun ini juga dipengaruhi situasi kondisi politik dan keamanan luar negeri yang berhubungan dengan pengiriman barang-barang yang masih harus diimpor. "Ketergantungan impor barang, tidak terganggu delivery sehingga progress bisa tercapai," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: