Sempat ditutup, Dream Tour and Travel kembali berangkatkan jamaah umrah

Minggu, 10 Januari 2021 | 00:02 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: PT Dream Tour and Travel akhirnya bisa kembali memberangkatkan jamaah umroh yang sempat tertunda akibat penutupan sementara semua penerbangan internasional di Arab Saudi. 

Penutupan penerbangan sejak tanggal 21 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 oleh pemerintah Arab Saudi tersebut guna mencegah penularan strain baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.

"Alhamdulillah sudah mulai dibuka. Total jamaah yang kami berangkatkan saat ini sebanyak 138 jamaah berasal dari Surabaya Medan, Aceh, Mojokerto, Balikpapan, dan daerah timur Indonesia. Ini sebenarnya keberangkatan kedua setelah pandemi karena kemarin sempat dibuka dan ditutup lagi dua minggu. Sekarang kembali normal," ungkap Vice President Director PT. Dream Tours and Travel, Muhammad Umar Bakadam saat pemberangkatan jamaah umroh di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Sabtu (9/1/2021).

Pemberangkatan jamaah umroh tersebut menggunakan maskapai Lion Air dengan pesawat berbadan lebar Airbus 330-300CEO yang memiliki layanan premium services. 

 

Karena masih ada pembatasan usia jamaah maksimal 50 tahun, maka pemberangkatan pada bulan Januari 2021 hanya dilakukan seminggu sekali. Baru di Februari 2021 besok pemberangkatan akan ditambah menjadi seminggu tiga kali karena batasan umur dinaikkan maksimal  65 tahun.

"Untuk bulan ini seminggu sekali. Minggu besok sudah ada tanggal 17 dan tanggal 25.  Semua sudah full dengan jumlah jamaah 374 jamaah dalam setiap penerbangan," tambahnya.

Agar terjamin keamanannya, maka sebelum berangkat jamaah dikarantina satu hari dan dilakukan tes swab terlebih dahulu. Ketika hasil swab negatif, maka jamaah akan diberangkatkan. Ketika positif, maka pemberangkatan akan dijadual ulang dan  jamaah akan dikarantina terlebih dahulu hingga hasil tes swab negatif.

"Setelah sampai di Jeddah, jamaah juga akan dikarantina terlebih dahulu dan di tes swab. Kalau negatif, maka tiga hari mereka sudah bisa beribadah di masjid," terang Muhammad Umar Bakadam.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebenarnya animo masyarakat dalam melaksanakan ibadah umroh masih cukup tinggi. Hal ini terlihat dari hasil survei berbagai lembaga survei yang menyatakan bahwa kegiatan yang akan dilakukan ketika pandemi usai adalah berumroh. 

"Umroh nomor satu. Paling banyak umroh. Makanya kami siapkan pesawat, siapkan paket, siapin semuanya untuk menyupport jamaah dari seluruh Indonesia agar bisa kembali berumroh lagi. Umroh sudah kembali normal, jangan takut dengan beberapa berita yang macam-macam. Insyaallah dilancarkan," harapnya. 

Pada kesempatan yang sama,  Pembimbing travel Massa Makmur World, Umi Fajar mengaku sangat senang karena umat muslim bisa kembali melaksanakan ibadah umroh. Meskipun saat ini sebagian masyarakat masih takut untuk bepergian karena pandemi covid-19. 

"Yang kami berangkatkan ini adalah yang tertunda. Ada 16 jamaah yang berangkat karena tiga jamaah dinyatakan positif sehingga pasangannya pun batal berangkat. Sehingga total yang batal berangkat saat ini mencapai 6 orang. Mereka lebih memilih karantina mandiri di rumah," pungkas Umi Fajar. kbc6

Bagikan artikel ini: