30 Juta UMKM go digital masuk platform digital di akhir 2023

Senin, 11 Januari 2021 | 18:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah menargetkan setiap tahun terdapat penambahan 6,1 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhubung dalam ekosistem digital. Dengan jumlah tersebut, target UMKM yang masuk ekosistem digital pada 2023 mampu tercapai.

"Kemudian pada 2021 hingga 2023 ditargetkan per tahunnya 6,1 juta UMKM on-boarding agar bisa mencapai 30 juta unit usaha pada akhir 2023," kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut dalam Peluncuran Gerakan Nasional 'Bangga Buatan Indonesia' (BBI) secara virtual di Jakarta, Senin (11/1/2029).

Dia menilai target 30 juta UMKM tersebut dapat terpenuhi dengan kerja sama seluruh pihak, tanpa banyak membicarakan soal perbedaan satu sama lain. Sebelumnya, dari target 2 juta UMKM on-boarding pada tahun 2020, berhasil terpenuhi dengan realisasi 3 juta unit usaha.

Jadi saat ini, ada sekitar 11,7 juta UMKM yang sudah on-boarding. Jika disandingkan dengan jumlah UMKM yang mencapai kisaran 62 juta, unit usaha yang sudah go online sebanyak 18,87%.

Dibandingkan dengan data Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo pada pertengahan 2020, jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan teknologi digital bertambah. Pada Juli, Kominfo menyebukan 9,4 juta UMKM sudah go online dan mendapatkan manfaat penggunaan teknologi digital untuk transaksi lintas batas. Jumlah tersebut 15,16% dari total perkiraan jumlah UMKM.

Guna mendorong pencapaian target UMKM go digital, Menko Luhut pun meminta agar seluruh pihak, mulai dari pemda, swasta, hingga kementerian/lembaga terus mendukung dan mendorong para pelaku UMKM menghadirkan produk-produk yang tidak kalah dengan buatan luar negeri.

Luhut mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan produk UMKM lokal yang dia nilai semakin berkualitas premium. "Kita bisa melihat ada kemajuan dari setahun lalu dimana saya kira produk UMKM kita semakin membaik," ujarnya.

Menko Luhut menyebutkan produk-produk bernilai tinggi akan mampu bersaing di pasaran. Untuk itu, dia mengimbau agar seluruh pihak bahu-membahu menolong para pelaku UMKM sehingga bisa memproduksi barang yang bermutu tinggi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang ditunjuk sebagai Campaign Manager BBI 2021 menyebut bahwa produk-produk yang dihasilkan UMKM Indonesia memiliki banyak keunggulan dan sangat layak dibeli oleh masyarakat. Meskipun banyak sektor usaha yang terdampak pandemi Covid-19, namun Budi Karya meyakini anak bangsa tetap akan mampu memroduksi barang-barang berkualitas dengan daya saing tinggi.

"Seperti misalnya pembayaran digital, ini sebuah ide brilian yang Insyaallah akan terjadi suatu pertumbuhan yang eksponensial terhadap kegiatan tersebut," ujar Budi Karya.

Peluncuran Gerakan Nasional BBI 2021 digelar di 3 lokasi, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara NYIA Yogyakarta, serta Bandara Soekarno-Hatta Banten pada hari ini. Menhub menyebut, peluncuran ini akan disusul dengan gerakan serupa di Gambir pada 17 Januari 2021 mendatang.

Untuk itu, Menhub menjelaskan pihaknya terus mengajak stakeholder terkait agar menggaungkan kampanye tersebut secara sistematis dan produktif sehingga gerakan itu bisa berkelanjutan. "Artinya, tidak hanya hari ini saja, tetapi kita lakukan secara konsisten dan berkelanjutan," imbuh Menhub Budi Karya.

Tak hanya kampanye secara berkelanjutan, proses kurasi terhadap produk-produk UMKM pun seyogianya dilakukan berulang-ulang agar tercipta suatu top brand unggulan dan memberi kesempatan bagi UMKM untuk naik kelas. "Hal ini bisa kita lihat dari produk yang dihasilkan milenial, seperti celana jeans, sepatu, jaket, tas, dan sebagainya, itu produk yang membanggakan dan beberapa sudah mendunia," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: