Harga bitcoin meroket 1.000 persen dalam dua tahun

Selasa, 12 Januari 2021 | 11:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga mata uang digital, bitcoin telah menembus lebih dari US$40.000 atau setara Rp 560 juta (kurs Rp 14.000) dalam sebulan. Dalam sebuah laporan harga bitcoin tercatat mengalami lonjakan sebesar 1.000% selama dua tahun sejak 2019.

Seperti dilansir, Senin (11/1/2021) laporan itu disampaikan oleh Kepala Strategi Investasi Bank of America Securities, Michael Hartnett. Dia mengatakan bitcoin menjadi aset yang paling untung dari aset lainnya. Hartnett menyebutnya sebagai ibu dari semua aset yang melonjak di tahun sebelumnya.

Seperti pada akhir 1970-an harga emas naik 400%. Selain itu ada saham Jepang yang melonjak pada 1980-an, pasar saham Thailand di pertengahan 1990-an, dan harga saham perumahan naik pada pertengahan 2000-an. Sejumlah aset itu persentasenya pernah naik mencapai tiga digit sebelum akhirnya anjlok.

Hartnett tidak memprediksi harga bitcoin akan anjlok. Namun dia hanya memperingatkan bahwa baru-baru ini harga dolar AS mulai stabil. Mengingat bitcoin sejauh ini menjadi investasi saat dolar AS terus mengalami penurunan.

Namun, pengikut setia bitcoin tetap yakin harga bitcoin terus naik. Selain peminatnya meningkat, bitcoin juga telah diizinkan di layanan keuangan online seperti PayPal dan Square. Serta peningkatan minat dari investor besar termasuk Paul Tudor Jones dan Stanley Druckenmiller.

Selain bitcoin, baru-baru ini saham China, bioteknologi, dan FAANG juga membukukan keuntungan besar. kbc10

Bagikan artikel ini: