Pebisnis hotel minta rapid test antigen di daerah dipermudah

Selasa, 12 Januari 2021 | 12:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai, diterapkannya PSBB ketat dan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, maka dampak secara nasional bagi hotel dan restoran cukup besar, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Pasalnya, Jakarta merupakan posisi paling penting di Jawa dan merupakan sumber pergerakan ekonomi nasional.

"Sebenarnya di wilayah Jawa masyarakat yang gunakan transportasi udara menurun, jadi lebih banyak melalui transportasi darat. Kebijakan antar-Pulau Jawa dengan kebijakan antigen itu mungkin tidak terlalu berdampak. Namun dampak akan kerasa pada saat di tol luar Jawa seperti tol Sumatera," kata Sekjen PHRI Maulana Yusran secara virtual di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Khusus Bali, tentu pasti akan ada dampaknya sebab ada pemberlakuan rapid test juga. Namun menurut dia, permasalahnnya di sini adalah tempat rapid tes tidak semudah yang dibayangkan.

Dengan adanya kebijakan wajib rapid tes 1x 24 jam, akan berpengaruh pada wisatawan. Bahkan biaya mereka untuk melakukan perjalan pun akan bertambah.

"Misal yang tadinya dibawah 14 hari mereka berpergian hanya mengeluarkan 1 kali rapid tes. Namun kalau 2x24 jam otomatis mereka mengeluarkan dua kali rapid tes. Jadi ada tambah biaya buat tes sendiri," katanya.

Menurut dia, tempat rapid tes seharusnya sudah banyak tersedia di daerah. Proses yang dilakukan di Jakarta bisa dicontoh di daerah bagi wisatawan yang ingin melakukan rapid tes.

"Itu sangat penting karena hal tersebut suatu kewajiban bagi yang menggunakan transportasi udara untuk pergerakan," ungkap dia. kbc10

Bagikan artikel ini: