Bangun dua rumah sakit, Mitra Keluarga siapkan capex Rp330 miliar

Selasa, 12 Januari 2021 | 15:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten rumah sakit, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan melanjutkan rencana ekspansi menambah dua rumah sakit baru di tahun 2021.

Head of Investor Relation Mitra Keluarga Aditya Widjaja mengatakan, di semester I/2021 MIKA berencana memulai pembangunan dua rumah sakit baru dan ditargetkan bisa beroperasi tahun 2022 nanti.

MIKA menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2021 sekitar Rp 330 miliar. Sebagian besar dana akan digunakan untuk pembangunan dua rumah sakit baru tersebut.

"Per Januari 2021, MIKA akan membuka rumah sakit ke-26 di Surabaya. Saat ini, MIKA tengah menunggu izin operasional dikeluarkan. Selain itu MIKA juga berencana memulai ground breaking rumah sakit ke 27 dan 28 pada semester I/2021," jelas Aditya, Senin (11/1/2021).

Aditya juga telah mengonversikan sejumlah bed rumah sakitnya untuk pasien Covid-19. Dari total 3.075 tempat tidur diseluruh rumah sakit MIKA, sudah hampir 1.000 tempat tidur yang dikonversi untuk pasien Covid-19.

"Dan rencana kami masih bisa menambah ke depannya untuk antisipasi melihat situasi dan kondisi jika terjadi lonjakan kasus kembali," ujar Aditya.

Aditya menambahkan, pada tahun 2020 MIKA ikut terdampak pandemi Covid-19. Pandemi ini berimbas pada penurunan aktivitas dan juga kinerja terutama pada kuartal II/2020.

Namun, MIKA beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Sebelumnya, MIKA belum bisa terima pasien Covid-19 dan kemudian MIKA segera memgubah strategi kami dengan mengonversi sebagian tempat tidur untuk perawatan Covid-19 serta pemeriksaan screening Covid-19.

"Sehingga kinerja kami pun di kuartal III/2020 dan di kuartal IV/2020 bisa rebound kembali," jelasnya.

Aditya mengatakan, untuk pencapaian tahun 2020 MIKA memperkirakan masibisa tumbuh walaupun sempat menurun di kuartal II/2020.

Mengutip laporan keuangan MIKA di kuartal III/2020, pendapatan MIKA tercatat mencapai Rp 874,5 miliar atau naik 54,3% dibandingkan dengan kuartal II/2020.

Pendapatan MIKA di kuartal III yang membaik ini ditopang oleh volume pasien rawat jalan yang bertumbuh menjadi 495.500  atau naik 48,3% dibanding kuartal II/2020.  

Sementara, volume pasien rawat inap meningkat 13,3% dibanding kuartal II 2020 dengan rata-rata lama menginap (Average Length of Stay) 3,1 hari.

Walau begitu, bed occupancy ratio MIKA sepanjang Januari hingga September 2020 terkikis menjadi 51,2% dari 61,3% di periode sama tahun sebelumnya. kbc10

Bagikan artikel ini: