Harga kedelai diperkirakan masih tinggi hingga Mei

Selasa, 12 Januari 2021 | 17:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memprediksi harga kedelai masih tinggi hingga Mei 2021 nanti. Setelah itu, kemungkinan harga kedelai mulai landai.

Kenaikan harga kedelai sudah mulai dirasakan para perajin tahu dan tempe dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami melihat harga ini akan menguat terus sampai akhir Mei. Mudah-mudahan, Juni sudah mulai membaik," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (11/1/2021).

Kendati harganya diperkirakan masih akan terus naik, namun Lutfi memastikan bahwa pasokan kedelai dalam 3-4 bulan ke depan tercukupi.

Sedangkan, untuk permasalahan harga, Kementerian Perdagangan sebagai wasit diklaim akan menjembatani antara importir kedelai, perajin, dan pedagang tahu tempe.

"Saya janji kepada seluruh stakeholder kacang kedelai, akan terjadi pembicaraan yang khusus antara mereka, antara saya, perajin, dan importir," jelasnya.

Selain itu, Lutfi bakal menginformasikan harga wajar tahu tempe selama harga kedelai berada di atas Rp8.000 per kilogram (kg). Tujuannya, agar perajin tahu tempe bisa memperkirakan harga untuk produk mereka.

"Tiap akhir bulan, kami akan hitung berapa harga wajar tahu tempe, supaya pasar bisa mengerti. Jika bulan depan harga akan naik Rp100, misalnya untuk kedelai, harga tahu tempe tidak naik lebih dari Rp100-Rp200. Ini yang kami hitung," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mencatat harga kedelai di pasar internasional naik 9 persen dari kisaran US$11,92 menjadi US$12,95 per busel. Alhasil, harga kedelai impor yang dibeli Indonesia naik dari kisaran Rp9.000 menjadi Rp9.300 per kg. kbc10

Bagikan artikel ini: