Tahun 2020, serangan siber meningkat 40%

Rabu, 13 Januari 2021 | 18:14 WIB ET

JAKARTA - Sepanjang 2020, banyak perusahaan dan perseorangan yang menghadapi ancaman serangan siber. Cisco Umbrella mencatat setidaknya terjadi peningkatan sebesar 40 persen serangan siber di tahun lalu.

Berdasarkan hasil survei Cisco lebih dari 4.800 praktisi teknologi informasi (TI) dan keamanan siber yang dilakukan di 25 negara dari berbagai macam industri, salah satu tipe serangan siber yang paling sering menyerang perusahaan atau bisnis kecil adalah ransomware.

Tercatat, banyak perusahaan dan bisnis kecil yang dipaksa membayarkan sejumlah uang untuk bisa mendapatkan kembali akses ke berkas penting atau sistem komputer mereka.

Hasil studi Cisco menyatakan, salah satu akses atau jalur masuk ransomware paling sering adalah melalui port DNS (Domain Name System). Sayangnya, masih banyak orang dan perusahaan yang hanya bergantung kepada perlindungan firewall yang tidak memonitor isi DNS traffic sehingga seringkali mengalami kebobolan.

 

Ransomware bisa masuk dengan mudah tanpa terdeksi sebagai suatu perangkat lunak yang mampu menyandera berkas penting atau akses ke sistem komputer.

Hal ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan memberikan perlindungan ekstra di area tersebut. Cisco Umbrella misalnya, merupakan solusi keamanan siber Cisco yang mampu memberikan web protection melalui Cisco Umbrella Roaming (DNS Security) sehingga ransomware tidak bisa masuk dengan mudah ke sistem komputer.

Cisco Umbrella juga menggabungkan fungsi firewall, secure web gateway, DNS-layer security, dan cloud access security broker (CASB) ke dalam satu platform tunggal untuk membantu melindungi jaringan secara keseluruhan.

Intinya, semakin canggih perkembangan teknologi selalu dibarengi dengan meningkatnya serangan siber yang mengancam. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan tindakan antisipasi guna melindungi diri dari berbagai macam serangan siber. kbc9

Bagikan artikel ini: