Alhamdulillah! Porsi makan jemaah haji ditambah jadi 85 kali

Kamis, 14 Januari 2021 | 11:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Agama bakal menambah 10 kali jumlah makan yang diterima jemaah ibadah haji di Arab Saudi tahun ini. Total nantinya jemaah akan mendapatkan 85 kali makan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

"Rencananya pada penyelenggaraan haji 2021 ini jumlah makanan akan ditambah 10 kali ketika jemaah ada di tanah suci," kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi dalam Penandatanganan Naskah Nota Kesepahaman tentang Optimalisasi Peran Usaha Kecil dan Menengah Dalam Memenuhi Kebutuhan Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Zainut menuturkan, biasanya para jemaah haji mendapatkan makan sebanyak 75 kali selama pelaksanaan ibadah haji. Rinciannya, 40 kali makan di Mekkah, 1 kali makan di Bandara Jeddah, 18 kali makan di Madinah dan 15 kali makan di Arafah dan Mina.

Jemaah haji juga mendapatkan satu paket makan selama di Musdhalifah. Selain makanan pokok, jemaah juga mendapatkan makanan ringan di Mekkah dan Madinah.

Mereka juga mendapatkan 1 paket kelengkapan konsumsi berupa teh, kopi, saus, kecap, gelas, dan sendok yang dikemas dalam satu box berupa goodie bag. Berbagai fasilitas dan tambahannya ini diberikan dalam rangka memberikan fasilitas terbaik bagi para jemaah haji.

"Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi selama 40 hari. Setiap hari butuh asupan makanan yang cukup agar tetap sehat dan bugar dalam melaksanakan ibadah," kata Zainut.

Sisi lain Zainut menyadari pandemi Covid-19 masih melanda berbagai dunia, tak terkecuali negara tujuan ibadah haji. Sampai saat ini, pihaknya juga masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan lampu hijau terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2021. "Kami masih menunggu keputusannya," kata dia.

Berapa pun kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi nanti, Zainut akan mendorong rencana ini terselenggara. Pihaknya akan berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk bisa memberikan pelayanan kebutuhan makanan dan minuman sendiri.

"Kami akan pantau dan melakukan komunikasi dengan pemerintah di sana, agar kebutuhan makan minum ini tidak mungkin hilang," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: