Caplok Carrefour, pengelola Circle K rogoh kocek US$20 miliar

Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan yang menaungi Circle K, Alimentation Couche-Tard Inc., dikabarkan bakal mengakuisisi atau mengambil alih supermarket asal Prancis, Carrefour SA dengan menggelontorkan dana hingga US$20 miliar. 

Kabar ini membuat saham Carrefour naik 14 persen di Paris pada Rabu (13/1/2021). Namun hal lain terjadi pada saham Couche-Tard, dari laporan Bloomberg, terlihat adanya penurunan 2,2 persen setelah laporan  tentang pembicaraan tersebut dimuat.

Dalam pernyataannya, Couche-Tard mengonfirmasi telah memulai "diskusi eksplorasi" untuk mendapatkan kesepakatan dengan Carrefour. Meski demikian,  hingga saat ini belum ada kepastian pembicaraan akan mengarah pada transaksi. 

Kabarnya kedua belah pihak masih harus negosiasi terkait harga. Tak hanya dari sisi supermarket, fokus Couche-Tard juga mengarah pada toko serba ada dan pompa bensin.

Saat ini, Carrefour mengoperasikan lebih dari 2.800 supermarket dan 703 hypermarket besar di Eropa. Sedangkan untuk Amerika Latin, terdapat toko di Argentina dan Brasil.

Saat ini perusahaan memiliki 320.000 pekerja secara global dan menjadi perusahaan swasta terbesar yang memberikan pekerjaan bagi masyarakat  Prancis.

Carrefour mendapatkan setengah barang yang dijualnya dari pasar domestik. Karena itu, pengambilalihan perusahaan oleh pihak asing sangat sensitif secara politik.

Kesepakatan Internasional

Couche-Tard, memulai toko di pinggiran kota Montreal, Kanada pada 1980, memiliki reputasi dengan manajemen yang baik, perusahaan akan mengunjungi sejumlah toko sebelum melakukan akuisisi untuk menemukan kelemahannya.

Pada 2016, perusahaan berhasil membeli operator pompa bensin AS CST Brands Inc. dengan harga US$4 miliar, dan memperoleh perusahaan di Skandinavia serta Baltik melalui pembelian Statoil Fuel & Retail ASA pada 2012.

Tahun lalu, Couche-Tard menjadi calon perusahaan yang hendak mengakuisisi operator pompa bensin AS Speedway. Namun, perusahaan tersebut akhirnya dijual ke Seven & i Holdings Co. seharga US$21 miliar.

Saat ini, Couche-Tard memiliki lebih dari 9.000 toko di Amerika Utara. Sebagian besar juga menawarkan ritel bahan bakar, menurut situs website resminya. Tak hanya itu, terdapar juga 2.700 toko di Eropa pada Oktober 2020.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, operator toko swalayan telah berkembang ke industri supermarket, termasuk di Inggris. kbc10

Bagikan artikel ini: