Incar UMKM, JTL Express ramaikan bisnis jasa kurir di Indonesia

Minggu, 17 Januari 2021 | 14:45 WIB ET

SIDOARJO – Bisnis jasa kurir melaju pesat sejak pandemi Covid19. Kebijakan pemerintah menerapkan physical distancing, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Kebiasaan Baru (New Normal) hingga yang paling baru Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Bermasyarakat (PPKM) di sejumlah kota, mau tidak mau membuat masyarakat menahan diri untuk tidak saling bertemu. Mereka lantas mengalihkan kegiatannya melalui online, mulai dari belanja, mengantarkan barang, belajar, hingga bekerja.

Sebagai salah satu imbasnya, bisnis e-commerce mengalami pertumbuhan yang pesat. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga triwulan III/2020 (September), jumlah transaksi jual beli di e-commerce mencapai Rp 180,74 triliun. Diprediksi di 2020, nilai transaksi melalui perdagangan elektronik bisa menembus angka Rp 253 triliun. 

Sejak 2017, bank sentral terus mencatat pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Tahun 2017, transaksi e-commerce masih di angka Rp 44,75 triliun. Capaian itu naik dua kali lipat lebih di 2018 menjadi Rp 106,5 triliun. Begitu juga di 2019, juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan seiring semakin banyaknya market place dan terjadinya pergeseran pola belanja, transaksi e-commerce menembus angka Rp 201 triliun.

Tingginya pergerakan bisnis e-commerce telah menciptakan peluang yang besar bagi bisnis jasa kurir. Melihat peluang positif itu, JTL Express hadir sebagai generasi baru kurir Express di Indonesia dengan warna kuning cerah.

Komisaris Utama PT. Jagad Total Logistic (JTL) Express Aan Purnomo mengatakan, manajemen perusahaannya didukung mitra operasional dan mitra penjualan di seluruh Indonesia. Total hampir 300 cabang ada di seluruh Indonesia, mulai Aceh hingga Papua .

“Kami memiliki mitra Point of Sales (POS) terdaftar sejumlah 500 POS dan target 1.000 Mitra POS di bulan Maret 2021 ini dan berpeluang memberikan lapangan pekerjaan kurang lebih 5.000 orang,” tegas Aan dalam grand launching JTL Express, Sabtu (16/1).

Ia menjelaskan, JTL Express melayani dengan azas kerja sama untuk komitmen pelayanan terbaik dan harga bersahabat sangat cocok untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Karena kami memiliki produk non express yang sangat mendukung pengiriman barang produksi usaha kecil dan menengah,” kata Aan.

Ditambahkannya, JTL Express memiliki layanan yang sangat fleksibel dalam melayani pelanggan. Layanan Express Premium cocok untuk pelanggan yang membutuhkan pengiriman ektra cepat. Layanan Express Reguler cocok untuk pelanggan yang membutuhkan pengiriman cepat dan tepat. Layanan Express Economy cocok untuk pelanggan yang membutuhkan pengiriman tepat dan murah. Layanan Non Express cocok untuk pelanggan yang membutuhkan pengiriman tepat dan sangat murah.

Terwujudnya JTL Express atas kolaborasi Arief Effendy sebagai Chief Executive Officer, Baskoro Bayudi sebagai Chief Operating Officer, Akhirun Nisa sebagai Chief Financial Officer, dan Apri Busthomy Dewa Indaru sebagai Chief Technology Officer.

Chief Executive Officer JTL Express Arief Effendy menambahkan, Surabaya maupun Jawa Timur merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi bisnis jasa kurir. Hal itu didukung oleh posisi Surabaya maupun Jawa Timur yang sangat strategis di lalu lintas perdagangan nasional, terutama di Pulau Jawa. Perannya yakni sebagai penghubung  antara Indonesia Bagian Barat  dan Indonesia Bagian Timur.  “Lalu lintas barang dari barat yang mau ke timur atau pun sebaliknya, tentu saja akan melewati Surabaya maupun titik-titik di Jawa Timur. Nah, lokasi kita yang sangat strategis inilah yang menjadi nilai tambahnya,” kata Arief.

Dengan keunggulan itu Arief optimistis kehadiran JTL Express akan semakin mewarnai bisnis jasa kurir nasional. Apalagi JTL Express tak hanya menjadikan UMKM sebagai target pasar, tapi juga mitra dalam membesarkan perusahaan. “UMKM itu perannya sangat penting. Mereka adalah target market yang luar biasa besarnya, tapi bagi kami UMKM juga bisa menjadi mitra yang baik,” ungkapnya. kbc9

Bagikan artikel ini: