BKPM kolaborasikan perusahaan besar dengan UMKM

Senin, 18 Januari 2021 | 10:00 WIB ET
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ikut mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas. Dua dari enam Key Performance Indicator (KPI) BKPM terkait dengan UMKM, yaitu mendorong investasi besar untuk bermitra dengan pengusaha nasional di daerah proyek, dan mendorong peningkatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), khususnya UMKM.  

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, program kerja sama antara usaha besar dengan UMKM diselenggarakan untuk menegaskan kembali pentingnya kemitraan antara investasi yang dilakukan pengusaha besar nasional maupun asing, dengan pengusaha nasional yang ada di daerah atau UMKM lokal di wilayah proyek investasi.  

“Minggu depan akan ada penandatanganan komitmen kerja sama antara PMA/PMDN dengan UMKM-UMKM mitranya. Acara ini akan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dari Istana Negara. Karena memang sejak awal ini adalah arahan Bapak Presiden kepada kami,” kata Bahlil dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (17/1/2021). 

Dia mengatakan, ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar setiap investasi yang masuk wajib “dikawinkan” dengan pengusaha nasional atau UMKM lokal.  

"Masuknya investasi ke Indonesia memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini," katanya

Bahlil menuturkan kemitraan akan memberikan multiplier effects kepada masyarakat lokal dengan hadirnya investasi di daerahnya. Bagi UMKM manfaat yang dirasakan akan memacu kualitas produk serta membuka peluang UMKM untuk naik kelas. 

“Jadi kolaborasi investor itu dilakukan oleh pengusaha lokal atau UMKM di daerah. Bukan yang ada di Jakarta. Tentunya, BKPM akan memfasilitasi dan menjamin UMKM yang dilibatkan memiliki kualifikasi yang baik, serta memenuhi syarat dan kriteria. Tidak sembarang UMKM,” ujar Bahlil. kbc10

Bagikan artikel ini: