Anak muda Surabaya kini bisa salurkan minat dan bakatnya jadi peslalom handal

Senin, 18 Januari 2021 | 10:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rencana bakal dimasukkannya slalom sebagai cabang olahraga baru untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 khususnya kategori U-23 disambut gembira para atlet. Hanya saja, minimnya pembinaan usia muda menjadi kendala tersendiri.

Hal itu pula yang mendasari atlet slalom nasional, Binar Syuro menginisiasi berdirinya sekolah khusus slalom dengan nama Zerotrip Racing School.

Bersama sejumlah atlet slalom nasional asal Jawa Timur, seperti FebriANNA ZTR dan Putu Indra, Binar ZTR sapaan akrabnya aktif mencari bibit muda yang minat mengasah bakat uji ketangkasan mobil tersebut.

"Zerotrip Racing School ini merupakan wadah untuk mencetak atlet-atlet muda slalom terutama dalam hal attitude dalam mengendalikan mobil, bukan sekadar kencang dan gaya-gayaan. Mereka diharapkan bisa pubya prestasi dan punya sikap yang baik," jelas Binar di sela latihan Zerotrip Racing School di Parkir Timur Surabaya Plaza, Minggu (17/1/2021).

Dikatakannya, selama ini ketertarikan anak muda menekuni olahraga sport automotive adalah untuk kebut-kebutan di jalan. Nah, melalui sekolah tersebut, dia berharap anak-anak muda berbakat tersebut punya attitude yang baik dan berprestasi.

"Ini karena selain mereka membawa nama olahraga ini, lembaga atau sekolah, juga brand. Karena ketika berprestasi, mereka akan memiliki sponsor dan wajib membawa nama baik mereka baik saat di arena maupun jalan," tandas Binar.

Dijelaskannya, peluang untuk berprestasi di olahraga otomotif ini sangat terbuka, mengingat pada PON 2024 mendatang dibuka cabor slalom mobil untuk usia 23 tahun ke bawah (U-23). Oleh karenanya, ini merupakan kesempatan yang baik bagi anak-anak muda di Jawa Timur.

"Makanya beberapa yang bergabung di Zerotrip usianya masih muda mulai 15 hingga 20 tahun. Intinya mereka wajib mendapat izin dari orang tua,.karena selain olahraga ini butuh dana untuk kendaraan juga ketika ada kejuaraan di beberapa daerah," ulasnya.

Namun demikian, pihaknya tak membatasi masyarakat yang ingin menimba ilmu ketangkasan mobil untuk bergabung, karena sekolah tersebut juga terbuka siapa saja, laki-laki maupun perempuan, dan usia berapa pun.

Zerotrip Racing School dengan didukung instruktur yang juga merupakan pembalap senior nasional, memberikan pelatihan secara berjenjang. Mulai dari basic yang belum bisa sama sekali, sampai tingkat advance untuk memperdalam skill slalom. 

Pelatihan dimulai dari Teori on class sampai praktek di sirkuit. ZTR juga telah menyiapkan beberapa unit kendaraan yang bisa digunakan praktek, baik untuk mobil berpenggerak depan maupun mobil berpenggerak belakang. 

Untuk wilayah Surabaya, pihaknya menjadwalkan minimal dua kali pertemuan atau kelas dalam sebulan, dengan lokasi di Parkir Timur Surabaya Plaza.

FebriANNA ZTR menambahkan, bagi anak muda yang benar-benar ingin menekuni dan berprestasi, ke depan Zerotrip juga akan membuka kelas khusus untuk U-23 untuk persiapan PON. Di sana, selain dikenalkan terkait kendaraan, cara setting kendaraan, juga ada psikotes.

Selain PON, olahraga ini juga rutin diperlombakan di ajang Asia Gymkhana untuk tingkat regional Asia. Tentu saja hal tersebut harus didukung dengan sarana maupun prasarana serta instruktur berpengalaman, untuk regenerasi dan pembibitan pembalap-pembalap muda.

"Slalom itu basic olahraga otomotif, karena tak hanya andalkan speed namun bagaimana mengendalikan kendaraan. Jadi tak serta merta yang handal kecepatan itu bisa, karena ada strategi terkait catatan waktu, dan mengenal cara membawa mobil, dengan aturan yang ada, dimana ada cone warna merah harus kemana, cone hijau harus belok mana, dan sebagainya. Basic mengendalikan mobil zig-zag, u-turn, circle dan lingkar 8 dan cara start tak over spin, dan sebagainya," beber FebriANNA.

Menurutnya, slalom bisa dibilang low budget untuk olahraga otomotif, karena mobil yang digunakan bisa memakai standar yang bisa digunakan sehari-hari. "Di sini pun mobil untuk latihan juga standar untuk sehari-hari," imbuhnya.

Binar menambahkan, selain Surabaya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan roadshow ke sejumlah kota di Jawa Timur seperti Malang dan Batu, Tuban, Jember, dan beberapa daerah lain untuk membuka sekolah yang sama dengan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur.

Di tempat yang sama, salah satu siswa Zerotrip Racing School, Alief Ramadana (16) mengaku tertarik di slalom adalah untuk mengasah ketangkasannya dalam mengendalikan mobil. Selain juga ingin berprestasi ke depannya.

"Awalnya saya ingin menekuni deifting, namun slalom ini bagi saya basic untuk memahami bagaimana saat over atau under steer, rem dan sebagainya," kata siswa kelas 11 salah satu SMA di Yogyakarta ini.

Ke depan, slalom bisa menjadi jalan untuk meraih prestasi dalam.mengisi waktu di masa muda. "Berprestasi tetap dikejar selain juga tetap memburu cita-cita saya sebagai arsitek," ujar Alief. kbc7

Bagikan artikel ini: