Tingkatkan kualitas pendidikan di tengah pandemi, ini terobosan Kadisdik Jatim

Senin, 18 Januari 2021 | 13:27 WIB ET
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejak diimplementasikan pada tahun 2019 lalu, Jatim Cerdas bersama beberapa program lainnya langsung mendapat perhatian serius dari beberapa pemangku kebijakan dan para leading sektor. Hal tersebut menunjukkan bahwa sembilan program yang dikemas dalam Jatim Cettar menjadi harapan bersama dalam menyongsong masa depan Jawa Timur yang lebih baik.

Melalui Nawa Bhakti  Satya (Visi Misi Gubernur Jawa Timur), Jatim Cerdas merupakan salah satu program prioritas Gubernur Jawa Timur dengan tujuan untuk menigkatkan kualitas pendidikan.

Hal itu juga diwujudkan dengan banyaknya prestasi yang dicapai di bidang pendidikan dari Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional. Salah satunya menjadi juara umum pada ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN).

Capaian di tahun 2020 di berbagai prestasi telah mengukir sejarah pendidikan Jawa Timur, hal tersebut tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi yang kuat berbagai institusi pendidikan yang dinilai telah menunjukkan komitmen untuk memajukan pendidikan di Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, prestasiprestasi anak didik di Jawa Timur tersebut menunjukkan bahwa mereka siap menatap masa depan Indonesia  emas 2045.

"Mimpi telah menjadi kenyataan, namun ihtiar dalam meningkatkan kualitas pendidikan belum selesai. Tugas dan tanggung jawab bagi para stakeholder berikutnya adalah melakukan berbagai inovasi kebijakan dan layanan disamping tetap konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas Pendidikan yang sudah ada," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Dipaparkan Wahid Wahyudi, melalui Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebenarnya pemerintah daerah cukup mempunyai keleluasaan dalam mengatur kewenangannya untuk meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas.

Melalui penyesuaian terhadap tema RKP Nasional, maka tema RKPD Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur menjadi "Mempercepat pemulihan ekonomi dan Reformasi Sosial” dengan fokus pembangunan Pemulihan Industri, Pariwisata dan Investasi, Reformasi Sistem Kesehatan Jawa Timur, Reformasi Sistem Perlindungan Sosial, Reformasi Sistem Ketahanan Bencana dan Optimalisasi Agrobis berbasis Sinergitas Desa-Kota.

Lahirnya tema juga mempengaruhi terhadap orientasi target yang ingin dicapai, salah satunya di bidang Pendidikan. dalam penempatan skala prioritas penjabaran tema RKPD, yang menempati perioritas ketiga.

"Ini membuktikan bahwa Pemprov Jawa Timur melalui stakeholdernya yaitu Dinas Pendidikan terus melakukan terobosan-terobosan yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Ditambahkan Wahid Wahyudi, perumusan program pembangunan dan kegiatan di bidang pendidikan berimplikasi pada besarnya kebutuhan anggaran yang proporsional guna mewujudkan mimpi pendidikan yang berkualitas, dimana selama ini dengan berbagai pertimbangan tidak banyak daerah yang mampu melakukan skala prioritas anggaran untuk pendidikan. Hal ini disamping keterbatasan dan kemampuan keuangan daerah faktor lain adalah lemahnya menyususn program yang strategis.

Anggaran terbesar

Di tahun ketiga pembangunan di Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indarparawansa, anggaran untuk pendidikan mendapat alokasi anggaran paling besar, Dalam RAPBD Tahun 2021, Pemprov Jatim menganggarkan Rp11,868 triliun untuk membiayai sektor pendidikan. Itu artinya setara 51,74 persen anggaran akan digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

Besaran pagu anggaran untuk pendidikan tersebuat akan digunakan untuk Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), Honorarium kinerja guru non PNS, pembangunan/perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, serta untuk Bantuan Operasional Daerah untuk Lembaga Madrasah Diniyah (BOSDA-MADIN).

Dikatakan Wahid Wahyudi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah berhasil melakukan penataan dalam berbagai unsur pendidikan. Hal tersebut juga tak lepas dari adanya dukungan kebijakan dan anggaran yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur.

Terlepas dari pertumbuhan anggaran Dinas Pendidikan yang berhasil mengalami pertumbuhan rata 21 persen, konsistensinya juga dapat diperhatikan, dimana porsi anggaran pendidikan mampu dijaga secara konsisten, yaitu mencapai 37% dari total APBD Jawa Timur 2021.

"Di tengah kondisi APBD Provinsi Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan negatif karena dampak Covid-19, yaitu sekitar 3 triliun dari tahun sebelumnya, namun proporsi anggaran pendidikan tetap tinggi. Hal ini membuktikan bahwa Provinsi Jawa Timur meski di tengah kondisi Covid-19 tetap istikomah menjaga konsistensi dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.

Sementara itu sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, telah menyebabkan penutupan sementara 434.412 Satuan Pendidikan (SP) (Kemendikbud, 2020) sehingga proses pembelajaran berpindah ke metode Belajar Dari Rumah (BDR). Dampak penutupan sekolah dialami oleh lebih dari 68 juta peserta didik serta 4 juta lebih guru dan tenaga pendidik (Kemendikbud, 2020). Kondisi ini dapat mengakibatkan menurunnya kualitas pendidikan karena BDR memerlukan keahlian baru, baik bagi peserta didik maupun guru, terutama untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SP di daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) (Yarrow, 2020).

Sejalan dengan permasalahan tersebut, tidak sedikit kalangan yang menaruh rasa khawatir terhadap penyelenggaraan dan kualitas pendidikan dimasa yang akan datang ketika kerangka kebijakan pelaksanaan pendidikan di masa pandemi lamban dan cenderung tidak responsif Covid-19.

Namun, kata dia, inovasi pendidikan baik secara daring maupun luring terus harus dikembangkan. Seperti learning management system, pengembangan kompetensi guru, menyediakan anjungan mandiri bagi sekolah yang belum terjangkau serta kolaborasi dengan komunitas dan pemerintah daerah. Semua itu merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur saat sedang  dan sesudah pandemi. kbc10

Bagikan artikel ini: