Potensi investasi kemitraan usaha besar-UMKM capai Rp1,5 triliun

Senin, 18 Januari 2021 | 18:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi potensi kemitraan 56 usaha besar dan 196 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan nilai kontrak Rp 1,5 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Penandatanganan Kerja Sama Dalam Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM di Jakarta, Senin (18/1/2021), mengatakan potensi tersebut masih tahap awal. "ni langkah awal, Pak, Rp 1,5 triliun ini langkah awal. Ke depan, setiap bulan kami akan lakukan," ujar Bahlil dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo pada acara yang digelar secara virtual.

Bahlil mengakui langkah BKPM untuk mengawinkan usaha besar dan UMKM tidak mudah. Ia pun meminta pengertian para pengusaha besar untuk bisa melibatkan UMKM dan pengusaha daerah.

"Ini jujur, ada yang ngeri-ngeri sedap dengan kebijakan ini, karena kami akan melayani pengusahanya, tapi pengusaha juga harus mengerti, harus melibatkan anak-anak daerah. Selama ini pencak silatnya terlalu banyak juga ini pengusaha. Ada pengusaha baik, ada juga yang harus sedikit diberi pembinaan," ujarnya.

Dengan latar belakang dirinya sebagai pengusaha, Bahlil mengungkapkan kewajiban untuk mendorong kemitraan antara usaha besar dan UMKM ini harus dilakukan dengan tegas. Hal itu dilakukan guna mendorong pemerataan demi mewujudkan keadilan sosial.

"Kalau ada yang lapor BKPM sekarang sedikit kejam-kejam dengan urusan ini, semua kita lakukan dalam rangka pemerataan. Karena, kalau kita menunggu pengusaha sadar, ya saya kan mantan pengusaha, agak susah," katanya.

Program kemitraan usaha besar dengan UMKM kemitraan ini mengolaborasikan 56 usaha besar, yang terdiri dari 29 penanaman modal asing (PMA) dan 27 penanaman modal dalam negeri (PMDN), dengan 196 UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Program tersebut juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, agar setiap investasi yang masuk wajib "dikawinkan" dengan pengusaha nasional atau UMKM lokal.

Dengan demikian, masuknya investasi ke Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Kemitraan usaha besar dan UMKM diharapkan akan memberikan dampak ganda kepada masyarakat lokal dengan hadirnya investasi di daerahnya.

Bagi UMKM itu sendiri, manfaat yang dirasakan akan memacu kualitas produk serta membuka peluang UMKM untuk naik kelas.Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan kemitraan perusahaan besar baik PMA maupun perusahaan PMDN dengan UMKM harus memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak.

Dengan begitu, kemitraan ini diharapkan dapat membuat UMKM di Indonesia naik kelas. "Usaha besar tidak boleh hanya mementingkan perusahaannya sendiri, dirinya sendiri, tolong dilihat lingkungannya, ada usaha menengah, ada usaha kecil, ada usaha mikro, libatkan dalam kegiatan-kegiatan perusahaan sehingga akan mengangkat usaha-usaha itu menjadi naik levelnya," tegasnya dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Kemitraan usaha besar dengan UMKM ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja. "Kemitraan strategis antara perusahaan besar dan UMKM akan terus kita kembangkan dengan prinsip saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing dengan pasar global," ujarnya.

Presiden menegaskan bisnis model kemitraan ini harus dilembagakan dengan pola relasi yang saling menguntungkan. Pemerintah akan terus berupaya dan membangun ekosistem yang kondusif agar tercipta kolaborasi antara UMKM dan pelaku usaha besar yang saling menguntungkan tersebut.

"Kita harapkan terus berkembang. Kalau tadi yang terlibat 196 UMKM dan 56 usaha besar saya minta ini bisa diperluas, karena ini saya tahu ini baru tahap awal, bisa diperluas, bisa diperbanyak di masa-masa yang akan datang," imbuhnya.

Pada kesempatan itu Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada BKPM yang telah bekerja keras di tengah pandemi untuk meningkatkan investasi yang juga berkontribusi pada pertumbuhan UMKM di Indonesia.

"Saya menghargai upaya-upaya BKPM yang terus melakukan percepatan proses investasi mulai dari mempermudah perizinan dan memfasilitasi investor sebaik mungkin, melayani agar investasi dari dalam maupun dari luar negeri bisa tumbuh dengan pesat, membuka lapangan kerja, berkontribusi besar pada peningkatan naiknya kelas UMKM di Indonesia," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: