Brantas Abipraya kirim alat berat, bantu evakuasi gempa Sulbar

Selasa, 19 Januari 2021 | 11:35 WIB ET

MAMUJU - PT Brantas Abipraya (Persero) yang dikenal sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi ini tanggap bergerak terhadap bencana gempa yang terjadi di Mamaju dan Majene, Sulawesi Barat, dini hari pada hari Jumat (14/01). Sejumlah bangunan bertingkat di kota Mamuju roboh akibat gempa berkekuatan magnitude 6,2 danbeberapa akses jalan pun terputus longsoran akibatgempa. Mengetahui hal ini, Brantas mengirimkan bantuan dengan mengerahkan alat berat yaitu empat unit excavatordelapan unit dump truck10.000 liter solar dan sembako ke lokasi bencana.

"Kami turut berduka cita yang mendalam. Kami pun turut berbelasungkawa atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi yang terjadi di Majene-Mamuju. Kami tiba di lokasi bencana sejak Sabtu (16/01), siap membantu dan terus berkoordinasi terkait kebutuhan bantuan bagi korban, termasuk jika perlu penambahan alat berat lainnya," tutur Sofyan Saladin selaku Manager Operasi 2, Divisi Operasi 2 Brantas Abipraya.

Ditambahkan dia, sangat disadari bahwa alat berat sangat dibutuhkan untuk membongkar reruntuhan bangunan rumah dan gedung, tumpukan beton dan besi-besi. Tak hanya itu, kehadiran alat berat ini juga dipergunakan untuk membantu membuka akses jalan, membersihkan puing-puing. BUMN konstruksi yang juga turut mendukung beberapa proyek strategis dalam program Nawacita Presiden Jokowi ini berharap, semoga excavator yang dibawa ini dapat membantu mempercepat proses evakuasi para korban yang tertimpa reruntuhan.

Dia juga mengatakan bahwa alat berat dibawa langsung dari proyek Brantas Abipraya terdekat yang saat ini sedang dikerjakan yaitu proyek PLTM Maiting Hulu di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Tim proyek pun dikerahkan, yaitu dari proyek Daerah Irigasi (DI) Salugan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, proyek Irigasi Baliase di Sulawesi Selatan dan proyekBendungan Budong-Budong yang berlokasi di MamujuTengah, Sulawesi Barat untuk membantu evakuasi para korban. Bersama tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tim Brantas diarahkan untuk menuju lokasi bencana untuk segeramembersihkan akses, membuka konektivitas jalan darisedimen lumpur tinggi dan batang pohon akibatlongsor pasca gempa yang memotong jalan danmengevakuasi korban yang berada di dalam bangunan runtuh.

Gempa di Mamuju berpusat enam kilometer timur laut Kabupaten Majene 2,98 LS-118,94 BT pada kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan dengan magnitudo 6,2 dirasakan warga Majene, Sulawesi Barat. Gempa terjadi selama 5 hingga 7 detik. Walau hanya dalam hitungan detik, getaran gempa terasa hingga Mamuju, Makasar dan Palu. Sejumlah gedung dilaporkan rusak, termasuk rumah sakit Mamuju, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan RSUD Mamuju rusak berat. Selain itu, gempa ini juga mengakibatkan longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, sehingga akses jalan terputus. kbc3

 

Bagikan artikel ini: