Ekspor moncer di tengah pandemi, Sun Paper Source optimistis tatap tahun 2021

Rabu, 20 Januari 2021 | 18:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dihajar pandemi Covid-19 membuat pasar internasional sempat lesu di tahun 2020. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, secara kumulatif ekspor yang Jawa Timur 2020 turun sebesar -5,52 persen jika dibandingkan tahun 2019.

Namun, angka ekspor Sun Paper Source justru tumbuh 6 persen sepanjang Januari-Desember 2020. Lebih positif lagi, Desember tahun lalu ditutup dengan pertumbuhan ekspor 9 persen dari pada November 2020. Angka tersebut menjadi modal percaya diri bagi sister company PT Sopanusa ini untuk melaju lebih kencang di tahun 2021.

Sebagai salah satu produsen tisu terbesar di Asia Tenggara yang ada di Jawa Timur, tumbuhnya ekspor Sun Paper Soruce di bulan Desember turut mengerek angka ekspor jatim pada kategori industri kertas/karton. Masih dari sumber BPS Jatim, ekspor industri kertas/karton Jatim naik 23,02% m-on-m, yakni dari 62.83 juta dollar AS pada November 2020 menjadi 77,29 juta dollar AS pada Desember 2020.

Direktur Komersial Sun Paper Source Jovita Christin Wijaya menuturkan tahun 2020 memang amat menantang. "Pasar lesu di awal pandemi, mulai April 2020 baru permintaan meningkat," ungkapnya, Surabaya, Rabu (20/1/2021).

Namun permintaan yang datang tak seperti biasanya. Selama ini Sun Paper Source lebih banyak mengekspor tisu dalam bentuk bahan setengah jadi berupa gulungan tisu besar yang akan diproses sendiri oleh manufaktur di negara tujuan. Kali ini, pesanan juga meliputi produk siap pakai. Yakni tisu yang sudah dipotong dan dilipat kemudian dimasukkan kemasan. Menjawab tantangan itu, Sun Paper Source sigap menambah menambah kapasitas.

"Ini kesempatan untuk memperbesar segmen tisu siap pakai, harus diambil. Tanpa mengurangi volume ekspor jumbo rolls, 2021 kami ingin gemukkan segmen finished product untuk diekspor," jelas Jovita.

Pandemi Covid-19 merubah kebiasaan masyarakat secara signifikan, termasuk dalam penggunaan tisu. Masyarakat makin teredukasi pentingnya higienitas sehingga tisu tak lepas dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari menutup bersin, menjadikan lapisan tisu sebagai tambahan filter, mengeringkan tangan selepas cuci, mengambil/menyentuh barang, dan masih banyak lainnya.

Dari order yang masuk ke Sun Paper Source, tercermin bahwa varian tisu juga makin dipahami. Jika selama ini sebagian pesanan sebagian besar hanyalah facial tissue, kini mulai merambahk ke toilet tissue, napkin, hand towel hingga recycled tissue.

Melihat kebutuhan pasar tersebut Sun Paper Source optimistis industri tisu akan terus tumbuh. Tisu sudah menjadi bagian dalam tatanan kehidupan baru masyarakat. Bahkan pada saat pandemi berakhir, habit penggunaan tisu sudah terbentuk untuk mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Dengan melihat pandemi sebagai peluang yang justru terbuka lebar, Sun Paper Source akan menyambut tahun 2021 dengan peningkatan ekspor, inovasi produk hygiene dan penetrasi pasar dalam negeri. "Kami akan segera merilis produk baru dengan kolaborasi yang menarik," pungkas Jovita.

Awal Desember 2020 lalu, Sun paper Source diundang ke acara bertajuk "Pelepasan Ekspor ke Pasar Global" yang diadakan Kementerian Perdagangan Indonesia di Lamongan, Jawa Timur. Acara yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut memotivasi eksportir berjuang di tengah ekonomi global yang lesu. Sun Paper Source sebagai salah satu eksportir swasta di industri tisu siap menjadi bagian untuk mencapai target ekspor nasional 2021.kbc6

Bagikan artikel ini: