Ngeri! 90 Persen UMKM alami penurunan permintaan selama pandemi

Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:36 WIB ET

JAKARTA , kabarbisnis.com: Sebanyak sembilan dari sepuluh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia mengalami penurunan permintaan produk mereka selama pandemi Covid-19.

Sementara itu, lebih dari 80 persen telah mencatat keuntungan yang lebih rendah dengan lebih dari 53 persen UMKM mengalami penurunan nilai aset.

Demikian hasil laporan terbaru dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia.

Laporan bersama dirilis dalam sebuah acara online yang melibatkan dialog dengan Mohammad Rudy Salahudin dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohamad Dian Revindo dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, Irma Sustika dari Womenpreneur Community dan presentasi laporan oleh Ekonom UNDP Indonesia, Rima Artha Pratama.

Laporan tersebut menegaskan keganasan dan kedalaman pandemi Covid-19 bagi perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan pada tahun 2020. Laporan tersebut melibatkan 1.180 UMKM yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa. Dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020 dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa wirausahawan perempuan - yang seringkali tidak memiliki akses pendanaan, juga mengalami kemunduran. Lebih dari 37 persen UMKM milik perempuan mengalami kerugian pendapatan antara 40 dan 60 persen.

"Temuan ini memberi kita peluang dan petunjuk yang sangat dibutuhkan yang diperlukan untuk rencana pemulihan nasional. Pandemi ini menawarkan peluang bagi sektor UMKM untuk mengambil peran utama dalam transisi Indonesia menuju model yang lebih hijau dan lebih inklusif," ujar Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Kamis (21/1/2021).

Adapun salah satu strategi alternatif yang diterapkan oleh UMKM untuk meminimalkan pengeluaran mereka adalah dengan mengurangi konsumsi listrik/air, sehingga menurunkan tagihan mereka.

"Selain itu, sekitar 44 persen UMKM yang disurvei telah bergabung dengan pasar online atau e-commerce  selama pandemi Covid-19," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: