Budget penanganan Covid-19 ditaksir membengkak Rp150,99 triliun

Selasa, 26 Januari 2021 | 21:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memproyeksi alokasi dan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN) tahun 2021 ini naik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan proyeksi anggaran mencapai Rp 553,09 triliun.

Alokasi anggaran PEN yang disebutkan Airlangga naik sekitar 37,22% dari rencana awal sebesar hanya Rp 403,9 triliun."Kementerian Keuangan sudah melakukan pendataan dan angka terkait dengan alokasi pemulihan ekonomi di 2021 ini besarnya Rp 553 triliun. Bila dibandingkan 2020 realisasinya adalah Rp 579,78 triliun," kata Airlangga di Jakarta, Selasa (26/1/2021)

Airlangga menerangkan pemerintah melihat bahwa pemulihan ekonomi pada tahun ini memerlukan dukungan yang sama dengan tahun kemarin.Menurut dia jika melihat periode vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok makan memerlukan waktu selama satu tahun. "Maka beberapa sektor dengan enam tema harus tetap didukung," ujarnya.

Adapun sektor kesehatan dialokasikan Rp 104,7 triliun yang terdiri dari pengadaan dan operasional vaksin Covid-19, sarana prasarana kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif nakes, bantuan iuran BPJS dan PBU.Sementara, perlindungan sosial dialokasikan Rp150,96 triliun terdiri dari PKH 10 juta, kartu sembako, prakerja, BLT Dana Desa, bansos tunai 10 juta KPM, subsidi kuota internet, dan diskon listrik.

Kemudian program terkait kementerian/lembaga dan pemda dialokasikan Rp 141,36 triliun terdiri dari dukungan pariwisata.Kemudian ketahanan pangan, pengembangan ICT, pinjaman daerah dan subsidi daerah pada kegiatan berbasis padat karya.

Sedangkan untuk UMKM ini dilanjutkan juga Rp 156,6 triliun terdiri dari subsidi KUR yang dilanjutkan, di mana subsidi KUR dalam enam bulan diberikan 3% dan non-KUR yang Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar yang biasanya 3% diturunkan 1,5%, kemudian loss limit dari UMKM dan koperasi, penempatan dana dan PMN.

"Kita juga tentu melihat terkait UU Cipta Kerja, dalam waktu dekat pemerintah akan menurunkan PP maupun RPerpres dan dalam kegiatan yang dilakukan, pemerintah sudah melakukan serap aspirasi, menyerap masukan dari masyarakat," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan akan menjaga pertumbuhan perekonomian dalam negeri pada kisaran 4 hingga 5,2% pada tahun ini. "Dan tentunya kita akan melihat di 2021 pertumbuhan kita akan sekitar 4%-5,2%," ujar dia.

Dia memaparkan pemulihan di perekonomian ini didorong keyakinan konsumen. Indeks keyakinan konsumen disebut membaik di level 96,5 pada Desember 2020 dan diharapkan bisa terus ke 100.

Kemudian, PMI juga disebut sudah mencapai 51,3. Tidak hanya itu, impor barang baku dan barang modal meningkat, meski tingkat impor barang modal merepresentasikan tingkat investasi.

Airlangga juga bilang, bahwa realisasi KUR telah meningkat dan pada 2020 sudah mencapai target yang 100% yaitu Rp 190 triliun. "Kalau kita lihat, sektor yang lebih super mikro ataupun kecil, itu penggunaan fintech juga angkanya sudah baik, sudah mencapai Rp 140 triliun," terangnya.

Di sisi lain, ketahanan sektor eksternal juga dinilai masih terjaga dengan baik, di mana surplus neraca perdagangan yang sebesar US$21,7 miliar. Sementara, indeks harga saham gabungan (IHSG) per Januari dianggap membaik, yang menunjukkan kepercayaan investor juga aware terhadap situasi di Indonesia.Sementara terkait mata uang, Airlangga mengklaim Indonesia termasuk negara yang dapat menjaga nilai tukarnya dengan baik.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu melihat pemulihan perekonomian ini bukan tanpa risiko. Dia bilang, walaupun vaksinasi sudah berjalan, pandemi Covid-19 harus tetap dikelola dengan baik.

"Akan tetapi, pemulihan perekonomian ini bukan tanpa risiko. kita juga melihat bagaimana proses vaksinasi ini sudah ada dan di price in juga oleh market, optimisme sudah masuk dari harga saham, capital inflow sudah mulai terjadi," tutur dia.

Dia menuturkan vaksinasi telah memberikan sentimen positif bagi perekonomian, termasuk dari pasar yang sudah dimasukin capital inflow. Dengan demikian, dia melihat pertumbuhan pada tahun ini menuju arah yang positif.

"Kami melihat untuk 2021 ini arahnya cukup positif, kita sudah lihat data-datanya dan tentunya kita harus dukung dengan proses vaksinasi berjalan dengan baik," ujar Febrio seraya berharap masyarakat dapat mendukung proses vaksinasi ini karena dapat memulihkan aktivitas perekonomian.kbc11

Bagikan artikel ini: