Usulan lockdown total di akhir pekan, pengelola mal: Akan korbankan banyak hal

Rabu, 27 Januari 2021 | 11:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan agar pemerintah menerapkan melakukan lockdown total akhir pekan, mulai Jumat malam pukul 19.00 WIB hingga Senin pukul 05.00 pagi. Hal ini demi menurunkan jumlah angka kasus baru Covid-19 yang saat ini sudah mencapai angka 999.256 jiwa.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai kebijakan itu kurang efektif untuk menurunkan angka penyebaran wabah tersebut.

"Jika lockdown hanya dilakukan tiap akhir pekan maka tidak akan efektif karena lockdown harus dilakukan secara terus menerus sampai jumlah kasus positif menurun dan mencapai batas minimal," ujarnya seperti dikutip, Selasa (26/1/2021).

Dia pun meminta agar sebelum nantinya itu benar menjadi sebuah kebijakan agar pemerintah dan DPR kembali melakukan kajian secara mendalam ihwal dampak negatif dan positifnya.

"Untuk melakukan lockdown akan banyak mengorbankan banyak hal, jadi jangan sampai pengorbanan menjadi sia - sia akibat hasilnya tidak efektif. Jadi sekali lagi usulan tersebut harus dikaji secara mendalam," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, daripada hanya memperpanjang PPKM, lebih baik pemerintah melakukan lockdown total akhir pekan, mulai Jumat malam pukul 19.00 WIB hingga Senin pukul 05.00 pagi.

"Selama dua hari tiga malam, semua orang tidak boleh lagi keluar rumah. Itu terutama di daerah zona merah dan oranye di seluruh Indonesia. Nanti dia hanya boleh keluar lagi pada Senin jam 5 pagi," katanya.

Dikatakan Saleh, jika semua orang berada di dalam rumah secara menyeluruh selama dua hari tiga malam secara bersamaan, diharapkan akan berdampak pada menurunnya tingkat penyebaran virus.

"Kalau misalnya tidak lockdown seperti itu, apa yang dilakukan sekarang hanya sampai jam 7 malam, kemudian aktivitas lainnya tetap, ya masih ada penyebaran disana sini. Tapi kalau lockdown enggak ada yang boleh keluar, kalau keluar diberi ketegasan denda, banyak orang nggak keluar. Jadi menurut saya itu rumusnya," katanya.

Menurut Saleh, lockdown akhir pekan bukan hal baru. Langkah tersebut pernah dilakukan di sejumlah kota besar di Turki.

"Di kota-kota besar di Turki menerapkan dan dampaknya besar. Ada pengaruhnya, secara rasional itu ada pengaruhnya. Kalau yang sekarang kita lakukan belum cukup menghambat. Tapi kalau lockdown akhir pekan, itu bisa menghambat dan tidak mengganggu ekonomi karena orang masih bisa melakukan aktivitas ekonomi dari Senin sampai Jumat," katanya.

Saleh mengatakan, untuk menangani pandemi Covid-19 maka harus ada yang dikorbankan. "Liburan sementara di rumah, ini kan mau menghilangkan Covid, harus ada yang dikorbankan. Nggak bisa semuanya kita dapat," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: