Potensi besar, Sandiaga berniat kembangkan desa wisata

Rabu, 27 Januari 2021 | 12:02 WIB ET
Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai potensi desa wisata di Indonesia sangat besar. Dia pun berpatokan pada global, dimana salah satu negara yang sukses dalam pengembangan desa wisata adalah Kroasia.

"Kami akan menggunakan benchmark global untuk pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal namun juga memenuhi standar internasional. Salah satu itu yang di Kroasia yang mengandalkan rural tourism," jelas Sandiaga dalam Raker Kemenparekraf bersama Komisi X DPR RI pada Selasa (26/1).

Konsep rural tourism diterapkan pada tahun 2011 di Istria, Kroasia yang mencakup 20 kotamadya. Dimana dengan konsep tersebut Kroasia mampu menghasilkan pendapatan rata-rata lebih dari Rp 1,98 miliar dan nilai tambah sekitar 40,3% atau Rp 798,2 miliar.

Saat ini terdapat 244 desa wisata di Indonesia dengan klasifikasi 54 desa wisata rintisan atau 22,3%. Kemudian 142 desa wisata berkembang atau 58% dan 48 desa wisata maju atau 20%.

"Pengembangan desa wisata akan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait untuk pendampingan 244 desa wisata menjadi desa wisata mandiri yang nantinya akan disertifikasi menjadi desa wisata berkelanjutan," ungkap Sandiaga.

Dalam program pendampingan Sandiaga menyebut, pihaknya akan menerapkan program pengembangan SDM, bimbingan teknologi (Bimtek) pengelolaan desa wisata, pengembangan produk atau travel pattern, dan promosi digital.

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, Komisi X menekankan Kemenparekraf untuk menggali dan mengembangkan destinasi potensial di daerah wisata sejarah, wisata religi, wisata pendidikan dan mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Terkait desa wisata, Komisi X menyampaikan pandangan yaitu mendesak Kemenparekraf untuk segera melakukan dan menyelesaikan kajian secara komprehensif mengenai proyeksi pembangunan desa wisata. 

Termasuk di dalamnya kajian mengenai perlunya keseimbangan pengembangan destinasi prioritas, super prioritas, destinasi wisata potensial di daerah dan desa wisata.

Selain itu Agustina menambahkan, Komisi X juga mendorong kemampuan Kemenparekraf untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan kolaborasi dengan komunitas serta perguruan tinggi.

"Ketiga, mendukung program pendampingan 244 desa wisata menjadi desa wisata mandiri dan melakukan kajian untuk menambah jumlah desa wisata yang dilakukan pendampingan seperti desa wisata religi makam Presiden Soekarno di Blitar, Presiden Soeharto di Karanganyar dan Presiden Abdurrahman Wahid di Jombang," kata Agustina. kbc10

Bagikan artikel ini: