Laba Bank Mandiri 2020 anjlok 37,7 persen jadi Rp17,1 triliun

Jum'at, 29 Januari 2021 | 10:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 17,1 triliun sepanjang tahun 2020. Angka ini turun 37,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 27,48 triliun.

Kemudian penyaluran kredit sepanjang 2020 tercatat Rp 892,8 triliun atau minus 1,61%. Lalu perolehan dana pihak ketiga (DPK) Rp 871,2 triliun atau tumbuh 7,08%.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo mengungkapkan non performing loan (NPL) secara gross 3,09%. "Aset Bank Mandiri tercatat Rp 1.429,3 triliun atau tumbuh 8,43%," kata Sigit dalam konferensi pers, Kamis (28/1/2021).

Coverage Ratio tercatat 229,1% naik 84,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 144,25%.

Net Interest Margin (NIM) tercatat 4,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,56%.

Pendapatan bunga bersih dan premi bersih tercatat Rp 58,02 triliun atau minus 5,27%. Fee based income tercatat Rp 28,69 triliun tumbuh 4,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 27,35 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan situasi pandemi memang mempengaruhi kinerja keuangan.

"Kami cukup confident dengan respon yang kami lakukan pada situasi pandemi ini. Oleh karena itu, meski laba bersih tahun lalu terkontraksi 38% menjadi Rp 17,1 triliun, kami optimis kinerja Bank Mandiri akan mengalami rebound pada tahun ini," katanya.

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan, pencapaian laba di 2020 didorong oleh pertumbuhan fee based income yang tumbuh sebesar 4,9% yoy menjadi Rp 28,7 triliun, dengan salah satu penyumbang utama adalah pendapatan dari transaksi online. Tercatat, frekuensi transaksi aplikasi Mandiri Online sepanjang 2020 mencapai lebih dari 600 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: