Berdayakan warga saat pandemi, Wakil Ketua DPRD Surabaya lahirkan Warung RTRW

Senin, 1 Februari 2021 | 08:22 WIB ET

SURABAYA - Pandemi Covid-19 telah mengubah seluruh lini kehidupan warga Indonesia, termasuk di Surabaya. Keterbatasan kontak fisik akibat dari penerapan social distancing dan physical distancing menjadi salah satu faktor dominan beralihnya model transaksi masyarakat dari transaksi konvensional menjadi transaksi secara daring atau online.

Kondisi tersebut akhirnya menginsiasi Wakil Katua DPRD Kota Surabaya AH Thony untuk mendorong warga melahirkan ide kreatif dengan membentuk warung digital “Warung Ritel Terpadu Ruang Wirausaha” atau “Warung RTRW”.

Sesuai namanya, warung berbasis aplikasi android ini dari kampung untuk kampung. Warga kampung yang menciptakan dan mengembangkannya. Keuntungannya juga untuk membangun kampung. Pendeknya, semua marketplace ini berbasis kampung. Tagline-nya "Petik Untung Untuk Kampung".

"Ini masih dalam tahap pengembangan. Namun animo warga sudah tinggi. Aplikasi juga sudah bisa diunduh di Playstore. Cara belanja hemat dan tepat saat pandemi," ungkap Thony yang juga inisiator aplikasi ini di Surabaya, Rabu (27/1/2021).

Melalui aplikasi Warung RTRW tersebut, ada dua keuntungan yang akan didapatkan. Pertama, dapat menghindari kerumunan. Kedua, memulihan ekonomi warga di tengah pandemi. Ia menegaskan, penereraan protocol kesehatan di masa pandemic memang harus dijalankan dan ditaati, tetapi ekonomi warga juga harus tetap bergerak.  Dengan adanya Warung RTRW ini, maka pemberdayaan masyarakat terangkat.

Menurut Thony, Warung RTRW ini tidak hanya menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti sembako,  sayur-mayur dan makanan lainnya. Warung ini juga menjadi market place bagi berbagai produk UMKM warga Surabaya, mulai dari kerajinan hingga fesyen dan lain sebagainya.

Para pemilik toko kelontong, pracangan, tukang sayur, plaku UMKM di setiap kampung bisa menjadi penjual di aplikasi ini. Bagi pembeli, mereka juga akan dimudahkan dan diuntungkan karena harga lebih. Selain itu, pembeli juga bisa mendapatkan barang lebih cepat karena akan diambilkan dari kampung setempat sesuai alamat pemesan. 

"Murah dan hemat, karena aplikasi ini bisa menekan ongkos kirim. Sebab kami akan memberdayakan warga kampung setempat untuk menjadi petugas pengiriman. Flat biaya kirim nantinya Rp 5.000," ujar Thony. 

Developer Warung RTRW, Uki Yanuhandoko mengatakan, meski belum resmi diluncurkan, aplikasi ini sudah bisa digunakan, tapi masih cukup terbatas fasilitasnya. Selain jula beli bahan pangan, warga bisa memanfaatkan Warung RTRW untuk membayar berbagai tagihan seperti PLN, gas, pulsa hingga PDAM. Bahkan demi memperluas layanan dan memperlebar jangkauan, Warung RTRW ini bekerjasama dengan Pegadaian. “Untuk sementara, pembayaran terbatas cash on delivery. Namun dalam waktu dekat, warga bisa memilih opsi lain dalam pembayarannya. Yakni transfer langsung atau payment gateway,” ungkap Uki.

Salah satu warga Kutisari Surabaya, Titin  menilai sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini, utamanya untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat pandemi ini, keluarganya membatasi untuk berinteraksi dan beraktifitas di luar rumah. Menurutnya, aplikasi Warung RTRW ini menjadi angin segar bagi warga karena memudahkan ibu-ibu dalam berbelanja. “Orang-orang di sekitar bisa jadi kurir untuk menambah penghasilan. Lalu, warung juga tetap ramai pembeli meskipun pada kondisi pandemi,” kata Titin.

Gandeng RT/RW dan LPMK

 Agar Warung RTRW ini bisa menjadi solusi bagi seluruh warga, maka Warung ini nantinya juga akan menggandeng RT/RW maupun LPMK untuk mengangkat potensi ekonomi warganya. Upaya ini juga dinilai bisa lebih memberdayakan hubungan antara warga dengan RT/RW, karena selama ini hubungan warga dengan RT/RW hanya sebatas pendataan, pengurusan administrasi dan urusan pemerintahan.

“Selama ini urusan warga dengan RT/RW hanya sebatas urusan pendataan maupun urusan pemerintahan. Namun dengan ruang wirausaha ini akan ada kegotongroyongan untuk membangkitkan ekonomi kampung. Mudah-mudahan ruang wirausaha ini nantinya mampu mendukung pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kreatif dan digital ditingkat bawah,” pungkas politisi Partai Gerindra ini. kbc6

Bagikan artikel ini: