Tetap pede hadapi pandemi, investasi sektor industri 2021 ditarget Rp323 triliun

Senin, 1 Februari 2021 | 10:18 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pihaknya menargetkan realisasi penanaman modal di sektor industri manufaktur pada 2021 bisa naik mencapai Rp 323,56 triliun. Optimisme ini didukung implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan membaiknya perekonomian dunia pasca-vaksinasi.

Menurut Agus, beberapa sektor yang masih jadi primadona para investor untuk menanamkan modalnya pada tahun ini, antara lain industri makanan dan minuman, logam dasar, otomotif, serta elektronik.

"Kami juga akan dorong, antara lain pengembangan investasi di industri farmasi dan alat kesehatan," ujarnya. Sektor-sektor tersebut merupakan prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal, pada Januari-Desember 2020, sektor industri menggelontorkan dananya sebesar Rp 272,9 triliun atau menyumbang 33 persen dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp 826,3 triliun. Reealisasi investasi secara nasional pada tahun lalu melampaui target yang dipatok sebesar Rp 817,2 triliun atau menembus 101,1 persen.

Berdasarkan data BKPM, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya merupakan sektor manufaktur yang memberikan kontribusi terbesar dalam realisasi nilai investasi pada 2020, dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 94,8 triliun atau menyumbang hingga 11,5 persen.

"Secara khusus, meningkatnya investasi di sektor industri logam sejalan dengan keinginan pemerintah memperkuat hilirisasi industri, dan pembatasan ekspor mineral justru mendorong peningkatan investasi di sektor tersebut," pungkas Agus.

Bagikan artikel ini: