BEI kantongi 30 perusahaan yang siap melantai di bursa

Senin, 1 Februari 2021 | 19:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 30 calon emiten dalam daftar tunggu (pipeline) perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

"Hingga saat ini, terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dengan detail per rincian sektor berdasarkan IDX Industrial Classification (IDX-IC)," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya seperti dikutip, Minggu (31/1/2021).

Nyoman mengatakan sejak awal tahun terdapat tiga perusahaan tercatat baru yang menggalang dana senilai total Rp 1,2 triliun dari lantai bursa, yaitu PT FAP Agri Tbk., PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk., dan PT DCI Indonesia Tbk. 

Adapun, calon emiten terpantau banyak berasal dari sektor konsumer siklikal sebanyak 7 perusahaan.

Selanjutnya dari sektor konsumer nonsiklikal dan teknologi masing-masing sebanyak 3 perusahaan. Dari sektor bahan dasar, industrial, serta properti dan real estate masing-masing 2 perusahaan. 

Lalu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor energi, keuangan, infrastruktur, serta transportasi dan logistik. Sedangkan sisanya sebanyak 7 perusahaan masih dalam proses pengelompokan sektoral berdasarkan aturan IDX Industrial Classification.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, setidaknya bakal ada 4 perusahaan yang akan go public dalam periode dua pekan ke depan dengan nilai yang dihimpun mencapai Rp 1,5 triliun.

PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. yang mendapatkan kode saham BANK akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 1 Februari 2021

BANK melepas 5 miliar saham dengan harga penawaran Rp 103 sehingga total nilai yang dihimpun sebesar-besarnya Rp515 miliar.

Pada hari yang sama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE) akan mencatatkan sahamnya sebanyak 457,50 juta saham. Dengan harga penawaran Rp 101, UFOE bakal mengantongi dana hingga Rp 46,20 miliar.

Selanjutnya PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) akan menawarkan 1,94 miliar saham dengan harga Rp 180. Perseroan berpotensi mendapatkan dana segar hingga Rp 349,41 miliar dan akan tercatat di BEI pada 2 Februari 2021.

PT Indointernet Tbk. yang belum mendapatkan kode saham juga akan menyusul go public pada 8 Februari 2021.

Indointernet akan menawarkan 80,81 juta saham dengan harga penawaran Rp 7.375. Dengan demikian, perseroan mengincar fund raised senilai hingga Rp 595,97 miliar saat IPO. kbc10

Bagikan artikel ini: