Tahun basah, PTPN XI turunkan target produktivitas tebu jadi 75,4 ton per hektar

Rabu, 3 Februari 2021 | 09:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara XI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2021 menurunkan target produktivitas tebu menjadi 75,4 ton/hektare (Ha) atau 2 persen dibawah tahun 2020 sebesar 77,4 ton/Ha.

Hal ini dipicu adanya analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pada tahun ini terjadi anomali berupa fenomena La Nina dengan level intensitas mencapai moderate di Samudera Pasifik ekuator. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia mengalami hujan berkepanjangan atau yang disebut dengan tahun basah.

Selain karena faktor musim, kondisi tersebut juga disebabkan siklus tanam tebu, dimana pada tahun ke tiga produktivitas selalu mengalami penurunan sementara rendemen mengalami kenaikan. Sehingga untuk remdemen, PTPN XI telah menargetkan mencapai sebesar 7,96 persen, naik sebesar 14 persen dibanding prognosa 2020. Penetapan target tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar  melalui video conference.

"Kami siap melaksanakan arahan pemegang saham yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham RKAP Tahun 2021," kata Direktur Utama PTPN XI, R Tulus Pandu Widjaja di Surabaya, Selasa (2/2/2021).

Tulus menegaskan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut telah menetapkan tiga arahan utama, antaranya internalisasi core value dalam pengelolaan BUMN, pelaksanaan Rencana Jangka Panjang 2020-2024 dan pelaksanaan RKAP 2021.

"Manajemen siap melaksanakan, dan saat ini PTPN XI sudah melakukan digitalisasi sebagaimana yang diharapakan pemegang saham, mulai dari operasional yakni Sistem Informasi Manajemen Pabrik Gula atau SIMPG hingga database karyawan dalam aplikasi NOS (Nusantara Online System), tentunya akan kami kembangkan lagi sesuai dengan arahan Holding PTPN selanjutnya," katanya.

Terkait dengan arahan untuk membangun produk retail, Tulus dalam keterangan persnya mengaku akan mengoptimalkan produk retail PTPN XI dengan merk dagang GUPALAS yang sudah sudah memiliki pasar.

Secara terpisah Komisaris Utama Dedy Mawardi menegaskan bahwa manajemen harus  fokus pada program operational excellent pada setiap portofolio komoditi gula dengan harga yang kompetitif.

"Dewan Komisaris bersama manajemen komitmen untuk fokus pada program operational excellent, masih banyak peluang yang bisa dioptimalkan di komoditi gula ini. bukan hanya pencapaian Key Performance Indicators kami saja melainkan agar perusahaan bisa sustain dan memiliki daya saing," katanya.

Sementara itu, dalam RUPS selain telah menetapkan dan mengesahan RKAP 2021, juga menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Program Kemitraan Bina Lingkungan (RKA PKBL) Tahun 2021.

RUPS dihadiri Asisten Deputi Bidang Industri Semen, Survei dan Industri Lainnya serta Direktur Utama PTPN III (Persero) selaku Kuasa Pemegang Saham, jajaran Direksi PTPN III (Persero), Dewan Komisaris dan Direktur serta SEVP PTPN XI.kbc6

Bagikan artikel ini: