Cuaca ekstren, Menhub wanti-wanti maskapai hingga operator kapal

Rabu, 3 Februari 2021 | 10:08 WIB ET
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan para industri angkutan umum untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan terjadi di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Mengingat, cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia ini akan mempengaruhi operasional dari sektor transportasi.

Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian adalah sektor transportasi udara dan juga laut. Karena cuaca ekstrem ini juga akan berpengaruh pada gelombang di lautan dan juga kecepatan angin dan pembentukan awan di udara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, operator di transportasi udara dan juga laut perlu melakukan mitigasi untuk merespons laporan cuaca yang dikeluarkan BMKG tersebut. Sehingga bisa menjadi landasan bagi operator transportasi udara untuk merekomendasikan jadwal penerbangan dan perjalanan kapal.

"Memang sengaja saya pilih udara dan laut karena mereka harus melakukan mitigasi terhadap bagaimana ramalan cuaca dan bagaimana mereka merekomendasikan penerbangan atau untuk perjalanan kapan," ujarnya dalam acara Webinar 'Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi', Selasa (2/2/2021).

Menhub pun memberikan apresiasi kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang memiliki SOP (Standard Operating Procedure) dalam memanfaatkan ramalan cuaca dari BMKG untuk penerbangan. Misalnya dengan memanfaatkan data BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca di sepanjang rute perjalanan.

"Dan saya lihat bahwa Garuda sudah melakukan suatu SOP yang baik dan pilot menerima data itu sehingga mereka tahu persis apa yang akan terjadi sepanjang perjalanan," jelasnya.

Menhub menjelaskan, cuaca ekstrim sangat berpengaruh bagi operasional transportasi. Oleh karena itu, dirinya berharap ada dukungan dari berbagai stakeholder agar bisa tetap memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Dalam rangka antisipasi ini kita memang melihat cuaca ekstrem sangat mempengaruhi operasional. Kementerian Perhubungan membutuhkan dukungan dari semuanya tentu dari BMKG, MTI, dan penting sekali bahwa bagaimana operator," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: