Liga 1 bakal digelar dengan sistem gelembung, seperti apa?

Kamis, 4 Februari 2021 | 21:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut konsep kompetisi Liga 1 tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) akan melokalisasi tepat pertandingan.

Menpora bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat ini memang tengah berfokus untuk menyelesaikan konsep kompetisi dan turnamen pramusim Liga 1 2021 dengan sistem gelembung. "Misalnya di Jawa Tengah atau Yogyakarta, karena di sana ada beberapa lapangan dan hotelnya yang juga memungkinkan," kata Amali dalam acara Webinar tentang "Harapan Olahraga di Tengah Pandemi" di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Politikus Partai Golkar ini menyebutkan seluruh klub bakal memiliki kandang atau homebase yang saling berdekatan. "Hal ini untuk menghindarkan mobilitas transportasi misalnya dari klub dari luar Jawa. Itu diupayakan untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19," ujar dia.

Selain itu, Amali menjelaskan bahwa seluruh pemain bakal mendapat tes PCR secara berkala. Menurut dia, salah satu yang paling utama yakni pertandingan digelar tanpa penonton. Jumlah orang yang berada di stadion, menurut Amali, dibatasi hanya sebanyak 150 orang. "Sekali lagi ini tergantung dari pihak kepolisian, karena merekalah yang mereka punya kewenangan untuk memberikan izin pelaksanaan atau tidak," ucapnya.

Konsep kompetisi juga sempat disampaikan perusahaan olahraga Nine Sport yang mengusulkan agar Liga 1 2021 digelar dengan sistem gelembung atau bubble system. CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksono, mengusulkan Kalimantan Timur menjadi lokasi penyelenggara kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Arif yang berpengalaman selaku promotor acara olahraga menawarkan sistem gelembung setelah melihat sukses beberapa cabang olahraga besar. Sistem itu digunakan di kompetisi bola basket Amerika Serikat (NBA), kompetisi sepak bola Amerika Serikat (MLS) hingga tiga ajang bulu tangkis di Thailand.

"Melihat kondisi dunia dan maraknya inovasi yang terjadi di negara maju, saya sebagai pelaku bisnis sepakbola tergerak untuk ikut berpikir dan mencoba mengusulkan sebuah konsep yang sekiranya layak untuk digunakan di Indonesia," kata Arif.

Dalam sistem gelembung itu, setiap tim nantinya akan menjalani karantina secara ketat. Mereka tak akan diperbolehkan keluar dari kawasan yang telah ditentukan agar terhindar dari Covid-19.

Selain itu, area pertandingan juga akan dipastikan steril. Dengan prasyarat itu, Arif menuturkan, Kalimantan Timur layak dipertimbangkan PSSI untuk menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola. Tiga stadion bertaraf internasional yakni Stadion Palaran, Stadion Aji Imbut, dan Stadion Batakan bisa menjadi modal awal untuk menjadi kandang bagi setiap tim Liga 1. kbc10

Bagikan artikel ini: