Ekspor minyak sawit 2021 ditaksir capai 37,5 juta ton

Jum'at, 5 Februari 2021 | 20:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan ekspor minyak sawit Indonesia akan meningkat di tahun 2021 baik volume maupun nilainya.

GAPKI memproyeksikan ekspor meningkat sebesar 37,5 juta ton dari ekspor tahun lalu 34 juta ton. "Kita juga berharap ekspor meningkat itu pun sangat tergantung vaksin apakah bisa mengcover sebagian besar wilayah di dunia. Jika vaksinasi bisa cepat selesai mungkin pasar akan lebih recovery dan demand segera pulih," ujar Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Meskipun, ada beberapa tantangan ekspor minyak sawit ke depan. "Faktor yang diperkirakan mengganggu permintaan antara lain berjangkit kembalinya Covid-19 di China maupun negara lain," tandas Joko.

Selan itu, menurut Joko berjangkitnya African Swine Fever yang mengganggu permintaan oilseed dan oilmeal yang pada akhirnya akan mengganggu permintaan minyak nabati termasuk minyak sawit. "Mungkin ekspor sawit tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, tapi minimal mengalami peningkatan seperti tahun lalu," ungkap Joko.

Menurut Joko, permintaan minyak nabati dunia akan sangat tergantung dari keberhasilan vaksin Covid-19. "Keberhasilan program vaksin akan meningkatkan aktivitas ekonomi sehingga akan meningkatkan konsumsi minyak nabati termasuk minyak sawit. Selain itu, banyak negara yang karena alasan ekonomi terpaksa lebih terbuka," terang Joko.

Dia menambahkan, tahun ini pengaruh pandemi Covid-19 diperkirakan belum berakhir. "Produksi minyak sawit Indonesia 2021 akan naik signifikan karena pemeliharaan kebun yang lebih baik, cuaca yang mendukung dan harga yang menarik, sehingga diperkirakan mencapai 49 juta ton untuk CPO dan 4,65 juta ton untuk PKO," kata Joko.

Sementara itu, adanya komitmen pemerintah untuk melanjutkan program B30, konsumsi biodiesel diperkirakan meningkat sebesar 9,2 juta kilo liter (KL) yang setara dengan 8 juta ton minyak sawit. Penggunaan sawit untuk oleokimia di 2021 diperkirakan juga naik sekitar 2 juta ton untuk domestik dan sekitar 4,5 juta ton untuk ekspor.kbc11

Bagikan artikel ini: