Bertemu SAPMA Pemuda Pancasila Jatim, LaNyalla ingatkan 5 semangat yang harus dimiliki generasi muda

Sabtu, 6 Februari 2021 | 21:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (6/2/2021). 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, M. Diah Agus Muslim SH,  Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Prof Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D, Wakil Direktur - Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Digitalisasi dan Internasionalisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum dan  Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H Haries Purwoko.  Hadir juga sebagai narasumber, Muhammad Nafik Hadi Ryandono.

LaNyalla menegaskan bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa serta harapan dan tumpuan Indonesia di masa depan. Untuk itu, wajib bagi mereka untuk memiliki semangat membara untuk kemajuan bangsa. Terlebih di masa seperti saat ini, dimana semua bangsa berlomba untuk mampu bertahan di tengah ancaman krisis global sebagai dampak langsung dari pandemi.

Menurutnya, ada lima semangat yang harus dimiliki pemuda Indonesia. Yaitu semangat untuk melakukan perubahan, semangat untuk melakukan pembangunan, semangat melakukan terobosan dan modernisasi, semangat menjalani pendidikan dan yang terakhir, semangat pantang menyerah. "Kelima semangat itu mutlak harus dimiliki oleh anda sekalian," tegas LaNyalla.

Ia mengungkapkan, bahwa saat ini dunia memasuki tahap adanya ancaman krisis pangan global. Sehingga semua negara memperkuat ketahanan sektor pangan masing-masing. Seperti juga dilakukan Indonesia melalui kebijakan pembangunan food estate yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. "Lalu apa dan bagaimana penerapan lima semangat yang saya sebutkan tadi," ujarmya. 

Ia kemudian menjelaskan bahwa semangat melakukan perubahan adalah sebuah keniscayaan. Sehingga tantangan untuk melakukan inovasi dan adaptasi mutlak diperlukan. Pemuda, ujarnya,  harus siap melakukan perubahan agar kehidupan menjadi lebih baik. 

Dalam hal ini dapat dilakukan melalui perubahan terkecil. Yaitu sikap mental dan kebiasaan. "Dimulai dari lingkup yang terkecil juga, di dalam rumah kita misalnya. Lakukan perubahan-perubahan positif di dalam rumah anda. Lalu di lingkungan kita masing-masing. Lakukan upaya saling memotivasi dan mendorong adanya kemajuan pada masyarakat," tandas LaNyalla.

Salah satu kunci agar dapat sukses menjadi agen perubahan adalah semangat dan konsistensi. Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agen pembangunan. Artinya para pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya mendukung percepatan dan kelancaran pembangunan di berbagai macam bidang. Baik pembangunan nasional, maupun pembangunan daerah.

Ketiga, adalah semangat melakukan modernisasi atau semangat melakukan terobosan dan menjadi agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya bahwa para pemuda Indonesia wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman. Sehingga mampu melalukan terobosan-terobosan penting dalam menjawab perubahan zaman. 

Ia kemudian mencontohkan,  perkembangan teknologi yang semakin maju di berbagai bidang, dimana melalui aktivitas pemuda, maka bangsa Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang semakin maju, sehingga tidak menjadi suatu bangsa yang tertinggal. 

Keempat semangat untuk menjalani pendidikan. Pendidikan adalah pondasi dari berbagai semangat yang sudah saya 

sampaikan di atas. Tanpa adanya pendidikan yang kuat, maka para pemuda 

Indonesia akan sulit menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, pemuda wajib berpendidikan. 

Beberapa peran pemuda dalam membangun pendidikan di Indonesia juga dapat dilihat dari adanya banyak tenaga pendidik yang masih tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi penerusnya. Belum lagi banyak pula kegiatan-kegiatan pemuda Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada daerah-daerah 

terpencil dan di pulau-pulau yang tersebar di seluruh pelosok bangsa Indonesia. 

Kelima adalah semangat pantang menyerah. Pantang menyerah adalah kata lain dari semangat juang dan kegigihan. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan berusaha sebaik mungkin, untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia.

"Semangat pantang menyerah itulah yang mengantarkan peran penting para pemuda bagi kemerdekaan Indonesia. Semangat pantang menyerah itulah yang harus tetap dipertahankan untuk mengisi kemerdekaan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nafik Hadi Ryandono mengungkapkan bahwa sudah saatnya untuk berjihad secara ekonomi dengan membela Indonesia dan menghidupkan persaudaraan.

"Caranya, kita harus bangun dari tidur, meneguhkan kesadaran, mengubah mindset, menetapkan tujuan dan berani. Hidup ini sudah tetapi bukan berarti harus menyerahkan. Kita harus kreatif dan inovatif," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur Arderio Hukom menyampaikan ungkapan terimakasih atas kesempatan dan terpilihnya SAPMA sebagai peserta dalam acara yang sangat bermakna tersebut.  "Banyak yang bisa kami ambil pelajaran. Acara ini sangat berguna bagi kami sebagai penerus bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI. Terimakasih telah memilih kami sebagai peserta," tandasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: