Toyota dan Mitsubishi kepincut garap proyek baterai kendaraan listrik di RI

Minggu, 7 Februari 2021 | 14:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Tim Percepatan Pengembangan EV Battery BUMN, Agus Tjahajana Wirakusumah mengungkapkan, rencana Indonesia mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik telah menarik perhatian sejumlah pabrikan mobil.

Toyota Motor Corporation dan Mitsubishi Group disebut telah berkomunikasi dengan tim pengembangan baterai tersebut.

"Kami selalu katakan bahwa kalau baterai ini jadi, mobil juga pasti akan berpengaruh. Mulai banyak OEM (Original equipment manufacturer) yang menghubungi tim untuk diskusi, paling tidak kami sudah diskusi dengan Toyota dan Mitsubishi," kata Agus dalam Seminar Nasional Baterai, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Agus, kedua perusahaan tersebut ingin mendapatkan informasi lebih rinci mengenai rencana pengembangan industri baterai. Bahkan, pertemuan dengan Toyota sudah dilakukan tiga kali.

"Mereka tanya tim EV itu apa, mau kemana. Mau tidak mau, berita ini akan sampai ke kantor pusat mereka. Kita sudah bicara dengan CEO Asia Pasifik (Toyota) lebih dari dua kali," sambungnya.

Ketertarikan dan diskusi dengan kedua pabrikan mobil asal Negeri Sakura itu, kata Agus, kian menunjukkan bahwa Indonesia giat dan serius mengembangkan industri ini.

Bahan baku dan sumber daya melimpah yang dimiliki Indonesia, merupakan modal utama untuk memperkuat posisi di industri baterai kendaraan listrik dunia. Keberhasilan di industri ini, kata Agus, akan memberikan banyak keuntungan terutama dalam pendapatan negara dan penyerapan tenaga kerja.

Terlebih lagi, harga baterai kendaraan listrik sekitar 35 persen dari biaya produksi kendaraannya. Jika dalam perhitungan modal produksi mobil listrik Rp 1,2 miliar, maka 35 persen atau hampir Rp 300 juta - 400 juta adalah untuk baterainya. Baterai merupakan komponen paling mahal di dalam kendaraan listrik.

Potensi besar ini, kata Agus, bisa menjadi keuntungan kompetitif bagi Indonesia untuk mengajak produsen mobil listrik ke Indonesia.

"Kalau kita punya baterai, kita bilang ke pabrik mobil agar mereka produksi di sini. Baterai kita ini akan memudahkan transportasi dan segala macam, sangat efisien kalau bikin di sini," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: