Marak hotel dijual, gercep Sandiaga sangat ditunggu

Senin, 8 Februari 2021 | 10:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Belakangan ini marak kabar yang menyebut sejumlah hotel berbintang dijual karena tak mampu bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. Atas hal ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno segera gerak cepat (gercep) untuk menyelamatkan bisnis hotel yang sudah berada di titik nadir.

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran mengatakan, yang sudah kelihatan dari Sandiaga baru sebatas rencana dan wacana. Pengusaha menunggu implementasinya.

"Kita kan sekarang ini main waktu ya, implementasi itu sangat dibutuhkan," katanya seperti dikutip, Minggu (7/2/2021).

Dikatakannya, yang dibutuhkan oleh pengusaha hotel saat ini adalah realisasi kebijakan, tentunya kebijakan yang ramah bagi bisnis akomodasi tersebut.

"Kita sebenarnya butuhnya eksekusi sekarang bukan hanya sekedar planning wacana saja. Karena memang situasinya Januari, Februari sampai Maret ini adalah low season. Nah, begitu dia sudah masuk low season kemudian ditambah lagi dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ini akan memperburuk situasinya, sangat buruk," jelasnya.

Sebenarnya Kemenparekraf sudah menggelontorkan dana hibah yang dinilainya cukup membantu pengusaha hotel. Sayangnya dana tersebut hanya numpang lewat saja lantaran habis untuk membayar pajak.

"Sebenarnya kemarin waktu tahun lalu dengan diberikan dana hibah itu sebenarnya cukup membantu, namun di sisi lain dana hibah itu cuma numpang lewat saja jadinya karena ada tagihan pajak daerah yang juga cukup tinggi di situ kan, bahkan kurang malah," ujar Maulana.

Untuk itu, diperlukan juga kebijakan yang selaras antara pemerintah pusat dan daerah dalam membantu pelaku usaha perhotelan. Sebab, jika tidak hotel-hotel akan semakin bertumbangan.

"Makanya kalau kita mendengarkan ini marak betul kan ada yang jual (hotel)? memang itu menjadi langkah terakhir. Tapi yang dijual itu pun belum tentu ada upaya orang bisa membeli karena situasi seperti ini, kan belum tentu juga. Dan penjualan itu bukan penjualan normal, penjualan yang memang benar-benar yang harganya sangat-sangat murah karena kondisinya sudah kepepet," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: