Bank Mandiri terus kembangkan layanan kustodian dan trustee

Selasa, 9 Februari 2021 | 08:29 WIB ET

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengembangkan layanan kustodian dan trustee agar mampu menyerap kebutuhan pasar yang semakin tinggi, khususnya di masa pandemi Covid-19. Di samping itu juga untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, tren suku bunga yang rendah saat ini menciptakan momentum yang tepat bagi korporasi untuk mengakses pendanaan dengan biaya yang relatif rendah melalui penerbitan efek. Selain untuk mencukupkan kebutuhan pendanaan, penerbitan efek ini juga dapat digunakan korporasi untuk memperkuat permodalan melalui penerbitan subordinated bonds.

Hal ini akan membantu korporasi menyerap risiko pasar ataupun risiko lain akibat pelemahan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sehingga korporasi akan dapat segera ekspansi saat badai pandemi berlalu.

"Untuk itu, Bank Mandiri siap melayani pihak emiten maupun investor melalui dukungan jasa kustodian dan trustee yang lebih bersaing, baik dari sisi cost, kehandalan layanan maupun keamanan transaksi. Tak hanya itu, kami juga memiliki SDM yang berpengalaman dalam mengelola dan menegosiasikan transaksi kontraktual seperti ini," tutur Panji dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

 

Dia melanjutkan, saat ini Bank Mandiri sedang melakukan pengembangan core system kustodian yang fully digital dengan mekanisme STP (straight-through processing) dan rencananya akan berfungsi penuh pada pertengahan tahun ini. Sistem ini akan memiliki fitur online custody yang dapat memudahkan nasabah melakukan monitoring maupun settlement atas penyimpanan portofolio mereka.

"Sejauh ini inovasi yang kami kembangkan telah mampu mendukung Bank Mandiri dalam menjaring nasabah baru. Buktinya, nasabah custody Bank Mandiri meningkat 60 persen pada akhir 2020 menjadi 7.850 nasabah atau tumbuh di atas pertumbuhan investor Indonesia yang sebesar 53 persen, berdasarkan data KSEI. Dari jumlah tersebut, 87 persen di antaranya adalah nasabah ritel,” terang Panji.

Sedangkan asset under custody (AUC) Kustodian Bank Mandiri per Desember 2020 tumbuh melampaui Rp 600 triliun, dengan portofolio SUN mencapai 20 persen dari market. Adapun, kontributor terbesar masih didominasi nasabah institusi seperti dana pensiun, asuransi, bank, yayasan dan korporasi.

"Selain meng-administrasi plain vanilla product seperti saham, obligasi, deposito, Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) dan reksa dana, Kustodian Bank Mandiri juga aktif terlibat dalam pengadministrasian niche product seperti exchange trade fund, kontrak investasi kolektif efek beragunan aset (KIK-EBA)," papar Panji.

 

Bahkan, sambung Panji, pada penghujung tahun 2020, Kustodian Bank Mandiri juga berhasil menambah pengadministrasian perdana untuk produk Efek Beragunan Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

Sementara layanan trustee Bank Mandiri juga aktif memberikan dukungan jasa wali amanat dan agen pemantau untuk penerbitan obligasi dan MTN, jasa escrow account dan IPO receiving bank. "Tercatat portofolio penerbitan obligasi dan MTN dengan menggunakan layanan trustee Bank Mandiri hampir mencapai Rp 100 triliun per Desember 2020. Di samping itu, total emiten dan nasabah aktif kelolaan layanan trustee Bank Mandiri tercatat sebanyak lebih dari 70 nasabah per akhir tahun lalu,” pungkas dia. kbc9

Bagikan artikel ini: