Pengusaha pilih rekrut pekerja berpengalaman ketimbang Gen Z, ini alasannya

Selasa, 9 Februari 2021 | 11:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah pengangguran atau pencari kerja di Tanah Air masih cukup besar, apalagi pandemi Covid-19 kian menambah jumlah angka pengangguran. Namun demikian, bagi pelaku usaha, tetap menyaring pekerja yang direkrut. Mereka cenderung enggan merekrut tenaga kerja yang masuk kategori Z atau Gen Z.

Generasi Z sendiri adalah generasi yang lahir antara pertengahan 1990an hingga 2010.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menuturkan, pertimbangan utama adalah upah minimum yang terus bertambah. Semisal DKI Jakarta, upah minimum mencapai Rp 4,2 juta.

"Kalau kita melihat sektor formal, saya khawatirnya berat bagi adik-adik kita yang di Gen Z ya. Karena upah minimum naiknya juga luar biasa ini jadi masalah. Entry level-nya ketinggian ini," katanya secara virtual dalam Indonesia Economic Outlook 2021, Senin (8/2/2021).

"Karena sudah enggak ada orang mau bayar Rp 4,2 juta untuk Gen Z, mending cari orang yang berpengalaman," sambung Hariyadi.

Dengan kondisi sekarang ini, kata dia, wajar jika Gen Z lebih banyak menjadi wirausaha. "Jadi yang saya lihat secara harfiah, Gen Z ini nanti akan banyak ke sektor wirausaha. Mereka dipaksa dalam kondisi saat ini, menciptakan usaha-usaha sendiri. Dan sebetulnya, dari sisi support sudah cukup, karena ada KUR. Di Undang-Undang Cipta Kerja ini juga diatur kemudahan berusaha," ujarnya.

Di sisi lain, Hariyadi mengungkapkan, dari sekian pelatihan atau vokasi yang dilakukan terhadap calon tenaga kerja, penyerapannya tidak mencapai 20 persen.

"Tantangan terbesar sebetulnya adalah sempitnya lapangan kerja yang ada. Kita sudah berkali-kali melakukan vokasi pada kenyataannya keterima itu, ini saya enggak ada data real-nya. Tapi sepintas yang saya crosscheck dari teman-teman dunia usaha tidak sampai dari 20 persen," kata Hariyadi. kbc10

Bagikan artikel ini: