Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, anggota MPR bangun optimisme warga

Rabu, 10 Februari 2021 | 09:34 WIB ET

PASURUAN – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam mengajak warga di Pasuruan untuk tetap optimistis di masa pandemi Covid-19. Apalagi, saat ini vaksinasi sudah mulai dijalankan oleh pemerintah.

“Dengan vaksinasi ini yang akan dijalankan dalam setahun ke depan, kita semua yakin bisa melewati pandemi dengan selamat dan kehidupan bisa berangsur pulih seperti sedia kala,” ujar Mufti Anam saat menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Pasuruan, Minggu (7/2/2021).

Mufti menambahkan, dengan gotong royong semua elemen, Indonesia diyakini bisa melewati masa sulit pandemi Covid-19. “Dengan gotong royong itulah, Indonesia selalu berhasil ketika melewati masa sulit, mulai merebut kemerdekaan dan menghadapi berbagai krisis ekonomi,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, gotong royong adalah salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila, yang merupakan satu dari empat pilar kebangsaan yang dimiliki bangsa ini.

Mufti menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

Mufti yang juga ketua HIPMI Jatim itu menerangkan, empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

”Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Holopis kuntul baris, kata Bung Karno. Dengan gotong royong, saling bantu, saya yakin semua kesulitan bisa kita hadapi,” ujarnya.

Mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut juga mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat. ”Kita semua harus fokus menghadapi pandemi. Jangan mau diprovokasi yang saling membenturkan antar umat beragama atau mengadu domba antar etnis,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: